Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Kunjungi Balai BPOM, Putri Indonesia Sumut: Kosmetik Illegal Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan

Administrator Administrator
Kunjungi Balai BPOM, Putri Indonesia Sumut: Kosmetik Illegal Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Peredaran kosmetik illegal sampai saat ini masih marak beredar. Penjualannya sudah merambah melalui internet secara online. Sehingga sulit untuk dilakukan penindakan.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat dan makanan, termasuk kosmetik secara illegal. Karena hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dengan melibatkan kaum milenial," kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt saat menerima kunjungan Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH di Kantor BBPOM Medan, Jalan Williem Iskandar (Pancing) Medan, Kemarin.

Diterangkan Yulius Sacramento, didampingi Tim Kerja Sama dan Lintas Sektor BBPOM Medan, Drs Ramses, dan beberapa kepala bidang diantaranya Dra Gita Baringin Nasution Apt MSi, Drs Fajar Sidik Apt, Mangandar Marbun SSi Apt, dan Yanti Agustini SSi Apt Mkes, pihaknya terus mengedukasi kepada masyarakat agar mewaspadai pemakaian bahan-bahan kosmetik yang dijual secara illegal.

Kosmetik illegal, lanjut Kepala BBPOM, adalah kosmetik yang beredar tapi belum dinokasi ke BPOM, termasuk juga kosmetik palsu. Sasaran pasar kosmetik illegal ini adalah kaum milenial karena penjualannya melalui media sosial. Begitu juga ibu rumah tangga. "Karenanya sosialisasi bahaya pemakaian obat dan makanan yang di dalamnya termasuk kosmetik illegal ini dilakukan mulai ke sekolah dan kampus hingga ke pelosok desa," ujar Ramses.

Hadirnya Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 dr Anoushka Bhuller MH ke kantor BBPOM ini, tambah Yulius, merupakan amunisi baru bagi BBPOM Medan untuk melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat terhadap dampak dan bahayanya pemakaian obat atau kosmetik illegal kepada masyarakat.

Kehadiran Anoushka Bhuller didampingi perwakilan Yayasan Putri Indonesia, Yunita dan ibunda tercinta yang ahli kecantikan dr Geeta, disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh Kepala BBPOM di Medan Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt.

Dikatakan Anoushka Bhuller yang juga seorang dokter, wanita Indonesia secara alamiah diberkati oleh melanin yang menghasilkan kulit sungguh indah. Namun karena keterbatasan pengetahuan, maka selalu terjebak dengan pemakaian kosmetik illegal untuk mempercantik dirinya.

Sebagai Putri Indonesia Sumatera Utara 2019 sebelas besar dari 39 finalis, Anoushka Bhuller yang akrab disapa Sasa mengatakan, kecantikan seseorang bukan hanya dilihat dari penampilan saja. Namun banyak faktor lain sebagai pendukung. Banyak wanita memaksakan dirinya agar kelihatan cantik dengan memakai kosmetik yang tidak terdaftar di BPOM. Karena biasanya obat-obat yang tidak terdaftar itu harganya relatif murah dan mudah didapat.

Dalam ajang Putri Indonesia 2019 yang digelar di Jakarta, Anoushka Bhuller juga meraih tiga gelar yakni sebagai Putri Pavorit Sosial Media, Putri Kepulauan Sumatera, dan Putri Indonesia 11 besar dari 39 finalis.

Dengan maraknya kosmetik illegal, Sasa merasa terpanggil untuk ikut serta bersama BBPOM untuk melakukan sosialisasi bahaya kosmetik illegal bagi kesehatan. Dengan sosialisasi yang dilakukan secara masif akan menyelamatkan wanita Indonesia dari dampak pemakaian kosmetik illegal yang pada akhirnya harus mengeluarkan biaya besar untuk mengobatinya.

Di bagian lain, wanita anggun dan kalem (Sasa) yang kelahiran Medan 23 April 1995, Alumni S1 Jurusan Ilmu Kedokteran di Sydney, dan S2 Magister Hukum di Universitas Sumatera Utara, ini berpendapat, sekarang perempuan milenial berkesempatan untuk memperoleh pendidikan setara dengan pria. Demikian juga dengan wawasan dan karier yang setara. Tetapi semua tetap kembali kepada perempuan-perempuan milenial untuk mengambil kesempatan.

"Kita harus mampu menghadapi rintangan masyarakat awam yang menolak emansipasi wanita karena masih menganut patriarchy. Sebagai kaum milenial mari kita bersama-sama berjuang untuk memaksimalkan potensi diri serta melawan suara-suara yang mencegah kaum perempuan untuk maju," jelas Sasa. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini