Sabtu, 18 April 2026 WIB

Korlantas Polri Akui Pentingnya Pendidikan Lalulintas di Sekolah

Administrator Administrator
Korlantas Polri Akui Pentingnya Pendidikan Lalulintas di Sekolah
Internet
ilustrasi

17MERDEKA, Medan - Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia khususnya melibatkan para pengendara sepeda motor saat ini terbilang sangat memprihatinkan. 

Berdasarkan data yang dirilis Korps Lalu Lintas Mabes Polri, pada tahun 2016 saja sebanyak 105.374 kecelakaan lalu lintas terjadi dengan 22.939 berujung kematian. 

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Dikmas Korps Lalu Lintas Polri Kombes Sudarto pada acara Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di Hotel Polonia, Medan, Selasa (19/9).

"Mereka yang sekolah dan beranjak remaja memang bisa berkendara tapi secara mental, psikologis sebagian besar belum cukup dewasa untuk berinteraksi di jalanan. Sehingga pada akhirnya menyebabkan beragam masalah khususnya kecelakaan lalulintas," ujarnya. 

Selain itu dirinya merincikan, data korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi tercatat didominasi pada usia 15-19 tahun dengan jumlah perindividu sebanyak 29.654 jiwa. Sementara itu, 36.541 orang di antaranya atau 44,27 persennya tidak memiliki SIM. 

Karena permasalahan tersebut Korps Lalu Lintas Polri mengaku merasa perlu memasukkan Pendidikan Lalu Lintas pada kurikulum di tingkat SD, SMP/sederejat dan SMA/sederajat untuk memberikan pengetahuan pentingnya taat berlalu lintas.

"Melalui kurikulum yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran PKN ini, guru-guru bisa membantu pelajar agar sadar berlalu lintas. Jadi sejak dini, adik-adik di sekolah mulai diajarkan betapa pentingnya taat berlalu lintas," ucap mantan Kasat Shabara Polda Sumut tersebut.

Dirinya menjelaskan, dibentuknya kesepakatan tersebut bertujuan memberi ruang kepada setiap guru untuk nantinya mampu memberikan pengetahuan Pendidikan Lalu Lintas pada muridnya di sekolah guna membangun kesadaran memperhatikan keselamatan berlalu lintas hingga ke generasi berikutnya.

"Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan secara formal dan non formal. Kegiatan formal meliputi penyediaan metode bahan materi pelajaran keselamatan berlalu lintas di setiap tingkat pendidikan formal, melaksanakan MoU," ujar Sudarto.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri pada kesempatan yang saa mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung program Korlantas Polri. 

"Intinya saya mengapresiasi dan mendukung apa saja yang menjadi program Korlantas Polri dalam tujuan program ini," ucapnya. 

Untuk Sumut, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut menggandeng Dinas Pendidikan Pemko Medan dan Pemprov Sumut agar nantinya dapat menjadikan program teraebut sebagai pilot project dengan mengundang para guru untuk diberi materi tentang Pendidikan Lalu Lintas yang akan diterapkan di tiap sekolah. (17M/09)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini