Kamis, 23 Juli 2026 WIB
Judi Bertameng Rumah Ibadah Terus Beroperasi

Kapolsek Labuhan Bantah Terima Setoran dari Bos Judi

Administrator Administrator
Kapolsek Labuhan Bantah Terima Setoran dari Bos Judi
17merdeka
Arena judi yang tersembunyi persis di areal vihara

 

17MERDEKA, MEDAN - Kabar adanya praktik perjudian mesin rolet dan pacuan kuda bertameng rumah ibadah di Tanjung Mulia Medan, semakin merebak luas di tengah masyarakat. 

Bahkan dugaan mencuat, arena judi itu bisa bebas beroperasi akibat adanya setoran dari klau tangan pengelola judi ke aparat berwajib. 

Melanjutkan hal itu, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Hendris Tampubolon membantah telah menerima setoran Rp25 Juta dari kaki tangan pengelola judi bernama, Alung .

Menurut Kompol Hendris Tampubolon adanya upeti dari kaki tangan Alung yang diduga bos judi jenis mesin berlokasi di Jalan Kol Yos Sudarso,  KM 7,89 Tanjung Mulia, Medan Labuhan itu, cuma isu dan sama sekali tidak benar adanya. 

"Hanya isu, gak benar itu. Kita akan melakukan penyelidikan di lokasi," jawab Kompol Hendris, Selasa (5/6/18) siang.

Ditanya lagi soal pria dipanggil dengan nama Aking yang diduga sering mengantarkan uang setoran dimaksud,  Kompol Hendris kembali membantah. 

"Apalagi hal tersebut, jelas-jelas tidak benar, oke.." tutupnya. 

Pantauan terkini di lokasi judi tersebut, masih terlihat ramai para pemain judi yang datang ke lokasi, terlihat juga beberapa pria dengan wajah lesu keluar dari arena judi itu. 

Bahkan ketika ditanyai wartawan,  salah seorang di antaranya mengaku kalah di arena judi tersebut.

"Kalah banyak aku bang, mulai semalam aku main, begadang aku, ini mau pulang lah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, arena judi jenis mesin seperti rolet hingga pacuan kuda secara terang-terangan beroperasi di kawasan Tanjung Mulia, Medan Labuhan tepatnya  arena judi itu berdampingan dengan sebuah vihara. 

Pantauan di lokasi, tempat judi tersebut ramai didatangi warga Tionghoa. Demi mengelabui, vihara diduga dijadikan tameng. 

Terlihat juga beberapa aparat berambut cepak melakukan penjagaan di lokasi, juga bertugas menukar uang tunai pemain dengan koin yang akan digunakan berjudi di arena tersebut. 

Diperkirakan omset perjudian tersebut lumayan besar, terlihat dari puluhan mobil pemain judi yang terparkir mengelilingi lokasi dipenuhi kamera CCTV. 

Informasi yang diperoleh, diduga pengelola judi tersebut memberikan setoran besar ke oknum aparat kepolisian setempat (Polsek Medan Labuhan, Polres Pelabuhan Belawan) sehingga perjudian tersebut terkesan dibiarkan, pasalnya sudah bertahun beroperasi.

Beberapa wartawan yang hendak melakukan konfirmasi ke lokasi judi tersebut tidak berhasil karena dihadang beberapa pria berbadan tegap yang mengaku sebagai pengawas.

Bahkan saat ditanya, beberapa pria itu sempat mengatakan kalau arena judi itu dikelola seorang pria etnis Tionghoa. 

"Ini punya Alung, kakinya si Aking," ucap mereka. 

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon yang hendak dikonfirmasi terkait perjudian tersebut,  Senin (4/6/18) malam, seolah terkejut dengan terkesan tidak mengetahui arena judi tersebut. 

"Dimana lokasinya, coba saya cek,"  kata Kompol Hendris dari telepon seluler. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini