Jumat, 05 Juni 2026 WIB
Ancaman Teroris Jelang Pemilu 2019

Kapoldasu Tekankan Jajaran Harus Turun ke Bawah

Administrator Administrator
Kapoldasu Tekankan Jajaran Harus Turun ke Bawah
17merdeka.com


17MERDEKA, MEDAN - Menyikapi adanya aktivitas teroris seperti yang diungkap di Tanjung Balai pada Kamis (18/10), Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto menekankan kepada jajaran untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Itu dapat dilakukan dengan kerjasama kepada masyarakat luas.


Dalam penindakan di Tanjung Balai, dua terduga teroris berhasil ditembak mati, karena melakukan perlawanan kepada petugas saat akan diringkus. 


Menurut Agus, dengan terungkapnya keberadaan teroris di Tanjung Balai, membuktikan ancamannya memang nyata. Keberadaan teroris dapat mengancam keamanan Pemilu 2019 mendatang.


"Salah satu program Pak Kapolri kan mencegah konflik dan antisipasi teror, karena teroris bukan hanya di Sumut saja. Makanya, dukungan masyarakat akan sangat membantu Polri dalam menjaga keamanan warga masyarakat yang tidak berdosa menjadi korban kejahatan mereka (teroris-red)," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/10).


Agus menjelaskan, sejak peristiwa CIMB Niaga, aksi teroris terus terjadi. Hal itu disusul dengan penyerangan terhadap Polsek Hamparan Perak dan anggota Polda Sumut, hingga penangkapan teroris pada Mei lalu, serta terakhir pengungkapan di Tanjung Balai, kemarin.


"Jadi mereka bisa kapan saja melakukan aksi. Syukur Alhamdulillah, cepat bisa kita atasi," ucapnya. 


Karena itu, Agus menekankan, sebagai langkah antisipasi pengamanan teroris, khususnya jelang pesta demokrasi Pemilu 2019, jajaran Kepolisian harus mau turun ke bawah.


Sedangkan dari sisi internal Polri, kata dia, Mabes Polri kini juga sudah menggelar Ops terpusat Mantap Brata 2018-2019, yang ditindaklanjuti Polda Sumut dengan Ops Mantab Brata Toba 2018-2019 dalam pengamanan tahapan Pemilu.


"Sudah kita kasih contoh. Namun untuk masyarakat, kepling, lurah, maupun perangkat pemerintahan kabupaten/kota juga harus bergandengan tangan dengan Polri dan unsur TNI dalam menjaga stabilitas Kamtibmas," pungkasnya.


Seperti diketahui, tim Densus 88 Mabes Polri menembak mati dua terduga teroris di Gang Jumpul, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Kamis (18/10) sore. Dari kedua pelaku yang tewas tersebut, petugas menyita sejumlah bahan peledak serta senjata rakitan.


Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto sebelumnya mengatakan, penembakan terhadap kedua terduga teroris berinisial AN dan RI ini dilakukan, karena mereka melakukan penyerangan dengan senjata saat Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penyergapan.


"Tersangka meninggal dunia kemarin pada saat dilakukan penindakan. Kedua pelaku melakukan perlawanan dengan senjata api dan juga senjata tajam," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (19/10).


Dalam penyergapan tersebut, jelas Agus, turut diamankan barang bukti berupa 1 unit senjata api rakitan, 3 selongsong peluru, 1 buah pisau, dan 5 box kontainer (tabung) berisi bahan peledak.


Lebih lanjut Agus menerangkan, saat dilakukan pengembangan di rumah pelaku, pihaknya kembali menemukan barang bukti berupa 3 rompi berisi 7 tabung bahan peledak, rompi berisi paku dan juga serbuk bahan pembuatan bom rakitan. Agus menuturkan, kedua terduga teroris ini merupakan kelompok Syaiful yang ditangkap pada bulan Mei yang lalu.


"Ini merupakan DPO. Kemudian mereka menjadikan sasaran Mako Polri, Vihara dan objek lain," tandasnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini