Selain kemacetan, tambah Agus, pihaknya juga sedang giat memberantas preman untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat. Agus bilang, mudah-mudahan selama jadi kapolda, dia punya kesempatan untuk meninggalkan yang baik. Suatu saat, katanya, jika dirinya mati dia ingin ada cerita bahwa dulu ada zaman yang seperti ini.
Di akhir sambutannya, jenderal bintang dua tersebut berpesan jangan menjadi orang yang melampaui batas. Dia juga memohon bantuan dan dukungan untuk menjaga suasana Kamtibmas di Sumut.Jika ada konflik yang rugi adalah masyarakat.
"Apalagi ini masih masa pemilu ini. Beda pilihan boleh, tapi jangan berkelahi. Jangan mau diadu domba dan jangan mau ditunggani oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," pinta Agus.
Mewakili para sopir angkutan kota, Sekretaris Organda Medan, Jaya Sinaga mengatakan, pertemuan ini adalah sejarah bagi mereka, seorang Kapolda bisa hadir di tengah-tengah para sopir.
"Ini adalah bentuk apresiasi kami atas kinerja Kapolda. Banyak pasar di Medan yang sudah rapi, contohnya Sukaramai, Sei Sikambing dan pasar Simpang Limun. Kami berkeinginan bapak terus yang memimpin kami," teriak Jaya disambut tepuk tangan para sopir angkutan kota.
Dalam acara tersebut, panitia juga menampilkan korban kecelakaan lalu lintas yang kakinya harus diamputasi. Dia berharap, para sopir angkutan kota selalu berhati-hati saat melintas di jalan raya.
Selain makan bersama, dalam acara tersebut Kapolda juga memberikan tali asih dan bingkisan. (17M.02)