"Strategi kita yang paling utama adalah semua unsur terkait dalam pelaksanaan ini (pengamanan Pemilu 2019) harus bersinergi. Baik itu KPU, Bawaslu, kontestan, partai pendukung, massa pendukung, Polri-TNI, pemerintah daerah, media dan tokoh masyarakat ini harus kompak," ujar jenderal bintang dua tersebut, Kamis (13/2).
Ditemui usai acara Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kejatisu dan jajaran Polda Sumut tentang Pileg dan Pilpres 2019 di depan Aula Tribrata Mapolda Sumut, Agus juga meminta kepada jajaran Polri untuk mengedepankan langkah-langkah proaktif dan preventif dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
"Netralitas itu wajib. Kemudian, bila terjadi peristiwa (kerusuhan), lakukan tindakan secara proporsional tidak berlebihan yang justru kontraproduktif," imbau Agus.
Menurut dia, apapun resikonya, pemilu 2019 harus berlangsung aman, damai, lancar dan tidak boleh mengorbankan konflik yang mengakibatkan perpecahan, dan kesatuan bangsa bagi Polri NKRI harga mati.
Mantan Wakapolda Sumut tersebut menegaskan, menjelang pileg dan pilpres 2019 ini dalam giat operasi mantap praja 2018-2019, pihaknya terus melakukan cipta kondisi.
Sistem yang dipraktikkan di lapangan untuk mendinginkan suasana, seperti bakti sosial, kesehatan kemudian zikir akbar, tablig akbar dan olahraga.
"Meski ada indikasi gangguan keamanan menjelang pemilu 2019, Insya Allah Sumut kondusif," pungkas Agus. (17M.02)