Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Judi Poker Online Marak di Medan

Administrator Administrator
Judi Poker Online Marak di Medan
Int
Ilustrasi

17MERDEKA, MEDAN - Polrestabes Medan nampaknya kecolongan dengan maraknya aksi praktek perjudian di wilayah hukumnya. 


Mirisnya praktek perjudian tersebut secara terang terangan dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


Buktinya, pantauan 17merdeka.com, Selasa (6/11/2018) siang sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Denai Kecamatan Medan Denai tepatnya di sebelah Universitas Magister Kedoktoran UMSU atau tepatnya di sebuah Warnet nampak beberapa pemuda masuk dan membeli Chip untuk bermain Judi poker online.


Caranya mudah cukup dengan membeli Chip di lantai dua dengan bandar Poker tersebut maka sudah akan bisa bermain judi dan apabila menang langsung bisa ditukar dengan uang.


Andri (29) salah seorang pemain menuturkan kalau praktek perjudian tersbeut sudah berlangsung lebih dari 3 tahun ini dan dirinya mengaku sudah kalah banyak bahkan sempat menggadaikan sepeda motornya.


"Sudah lama lah itu bang di situ,aku sering main sampai aku gadaikan kreta ku gara gara itu," ujar Andri kesal.


saat Reporter ini mencoba untuk membeli chip beberapa pemuda setempat langsung curiga dan bertanya. 


"Dari mana kita bang kok gak pernah nampak sering main di sini," ujar pemuda kurus dan beberapa rekanya yang belakangan diketahui bernama Iqbal.


Awak media pun menerangkan maksud tujuan datang hanya untuk bermain poker, kemudian para pemuda tersebut pun menunjukan bandar dan kemudian mengajari bagaimana cara untuk dapat membeli Chip. 


"Kita harus berkawan dulu akun kita dengan Bandar bang setelah itu baru bisa dikasikan Chip nya," uujar Iqbal lagi.


Awak media pun membeli Chip sebesar Rp50 ribu dan ditukar dengan Chip senilai 50 M. Akun bandar tersbeut terlihat jelas bernama Alex.


Satu jam bermain poker untuk investigasi akhirnya awak media ini pun menang mencapai 100 m dan kemudian langsung mendatangi bandar dan mengatakan untuk menjual, bandar pun menanyakan akun Awak media dan kemudian Chip yang tadinya mencapai 100 m dikurangi sesuai permintaan awak media. Kemudian bandar pun memberikan uang tunai sebesar Rp60 ribu sesuai jumlah yang awak media ini jual.


Kondisi warnet yang sangat strategis pun membuat para bandar tidak takut bahkan salah seorang pemain poker mengatakan kalau warnet tersebut dilindungi oknum brimob.


"Di sini gak akan ada yang menggerebek karena ada bos Brimob," ujar pria yang enggan disebut namanya itu. 


Saat dikonfirmasi lebih lanjut Polsek Medan Area mengarahkan ke Polrestabes Medan.


"Ke Polrestabes lah kita mana ada alat untuk membuktikan itu judi atau bukan," ungkap AKP Hutagaol Kanit Reskrim Polsek Medan Area.


Sementara itu Kapolrestabes Medan saat hendak dikonfirmasi sampai saat ini belum memberikan keterangan resminya.


Warga setempat dekat dengan warnet tersebut juga sering mengeluhkan aktifitas praktek perjudian tersebut. Menurut mereka anak-anak mereka jadi rusak akibat adanya judi online tersebut. 


"Anak ku gara gara main poker sering mencuri uang mamak dan bapaknya, kurang ajar jadinya makanya kami resah dengan perjudian tersebut," ujar Sagala (50) warga setempat. (17M.07) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini