Beruntung, ucap Maringan, dari 96 kasus pembunuhan yang terjadi, 95 atau 98,5 persen sudah berhasil diungkap pihak kepolisian. Begitu pula dengan periode yang sama pada 2017, dari 78 kasus pembunuhan yang terjadi, 82 kasus (ditambah kasus sebelumnya) berhasil diungkap.
Maringan menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan pihak kepolisian, banyak faktor yang menjadi penyebab kasus pembunuhan, termasuk karena alasan sepele.
"Ada banyak faktor memang yang melatarbelakangi. Mulai dari tingkat pendidikan, emosional sampai masalah ekonomi bisa menyebabkan pelaku sampai nekat menghabisi nyawa korbannya," jelasnya.
Seperti halnya dengan pendidikan, sambung Maringan, akibat kurang terdidiknya pelaku, maka menjadi mudah gelap mata ketika dihimpit masalah yang tidak bisa diselesaikannya.
"Kebanyakan mereka yang kurang terdidik langsung memilih cara singkat untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti dengan membunuh orang yang tidak sesuai (pendapat) dengan mereka," tandasnya.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto ketika ditanya soal banyaknya peristiwa pembunuhan yang terjadi belakangan ini, meminta masyarakat untuk dapat menyikapi hidup dengan lebih bijak.
"Masyarakat harus bijak lah. Jangan sedikit-dikit marah, harusnya kalau pun marah ya sedikit-dikit saja," ujarnya. (17M.02)