Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Hinca Dorong Kearifan Wisata Tuak Upaya Cegah Pecandu Narkoba

Administrator Administrator
Hinca Dorong Kearifan Wisata Tuak Upaya Cegah Pecandu Narkoba
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan dorong kearifan lokal, sebagai langkah untuk  merehabilitasi para pecandu narkoba. Dorongan kearifan lokal ini juga sebagai kreatif wisata.

Pernyataannya ini pun telah viral di media sosial, yang menyebutkan, jika tuak sebagai salah satu alternatif sebagai cara rehabilitasi. 

Itu dikatakannya mengkritisi makin tumbuh suburnya peredaran narkoba. Tak sedikit pula para korban pada usia produktif menjadi budak barang haram itu. Kearifan lokal ini, diakuinya banyak ditemui di Sumatera Utara. 

Yakni, minuman khas daerah tuak, yang diyakininya mampu menjadi langkah rehabilitasi pecandu narkoba.

"Korbannya (narkoba) ini besar sekali dan harus direhabilitasi. Yang sudah kena, jumlahnya 5,2 juta di seluruh Indonesia. Besar sekali. Menteri kesehatan mengumumkan ada terapi untuk kearifan lokal juga bagian dari kreatif wisata. Kearifan lokal ini banyak. Saya melihat di Sumatera Utara, juga daerah lain, sering kita minum tuak yang asli. Minum seperlunya dan baik untuk terapi narkoba," aku Hinca saat hadir para paparan pengungkapan kasus narkoba di Polda Sumut, Selasa (26/11/2019).

Di hadapan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Adrianto dan para pejabat utama Polda Sumut, Hinca yang memimpin rombongan Komisi III DPR RI dalam kunjungan ke Polda Sumut itu, menyebutkan, hal itu telah dilakukannya uji coba terhadap para pencandu narkoba. 

"Saya yakin ini alternatif yang perlu kita kembangkan. Saya melakukan riset atau wawancara langsung kepada 18 orang melakukan kesaksian, mantan narkoba (pecandu). Ia bercerita, kalau kena narkoba itu galau, mata terbuka, pikiran entah kemana, tidak bisa tidur akhirnya melakukan kejahatan," tuturnya.

"Minum tuak seperlunya, mau tidur malam. Mata tertutup, tidur nyenyak, jam 5 pagi bangun, kerja baik-baik. Narkoba ambil sedikit, masuk penjara dan rusak badan. Kalau tuak, minum seperlunya ambil manfaatnya. Kesaksian mereka, kalau sudah minum tuak seperlunya tidak ada lagi niat kesitu (berbuat jahat)," tambah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.

Namun, dirinya tegaskan, jika minum tuak tersebut sekedarnya saja dan tetap menjaga komposisi jumlah yang diminum. 

"Minum seperlunya dan ambil manfaatnya. Oleh karena itu, kita banyak sekali tempat-tempat (Lapo tuak) itu saya harap bisa membantu negara untuk mengatasi membuat tetapi bagi korban," jelasnya.

Menurut, hal ini sebagai bentuk dukungan moril baginya kepada pengguna narkoba, dari segi kemanusiaan. Ide ini dilontarkannya sebagai bahan pertimbangan bagi pengguna narkoba. 

"Kita Kalau ditanya, ada riset? Ini riset saya. Silahkan orang yang mau meriset silahkan. Ini sudah turun temurun dikampung-kampung. Negara bertanggungjawab terhadap satu orang pun warga negara yang kehilangan masa depan tanggungjawab negara. Kita sama-sama, mencari kearifan lokal. Saya yakin bisa dikembangkan," pungkasnya. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini