Kamis, 04 Juni 2026 WIB

Hari Pertama Ops Zebra 1.844 Pengendara Ditilang

Administrator Administrator
Hari Pertama Ops Zebra 1.844 Pengendara Ditilang
17MERDEKA
ilustrasi ops zebra

17MERDEKA, MEDAN - Budaya tertib berlalu lintas masyarakat Sumut masih terbilang parah. Itu terlihat dari ratusan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang ditilang polisi pada hari pertama Operasi (Ops) Zebra Toba. Razia ini masih berlangsung hingga 14 November.

Data dilansir Polda Sumut, tak tanggung, 1.844 set tindakan langsung (tilang) dilayangkan disertai penyitaan kendaraan. Ditambah lagi 328 set teguran 328. Angka pelanggaran ini meningkat sekitar 63-75 persen dari tahun sebelumnya. 

Tak cuma tilang, jumlah Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tana Nomor Kendaraan (STNK) yang disita juga tak kalah banyak. Tercatat 677  lembar SIM disita dan 968 lembar STNK serta 199 unit kendaraan 199 unit. Angka ini naik 17-19 persen dari tahun sebelumnya.

"Untuk jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran, paling banyak masih tetap sepeda motor, yakni 1.401 unit. Disusul mobil penumpang 235 unit, mobil barang 156 unit, bus 50 unit dan dua unit kendaraan khusus," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (2/11).

Sementara jumlah kecelakaan lalulintas sebanyak dua peristiwa. Dari dua peristiwa ada satu orang jadi korban dan kerugian materil sebanyak Rp 40 juta.

Nainggolan mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menyuluh dan melatih keselamatan berkendara bagi masyarakat. Di antaranya penyuluhan 72 kali, penyebaran dan pemasangan informasi 394 kali, program keamanan lantas 32 kali, program keselamatan lantas 137 kali, pengaturan lalulintas 402 kali, penjagaan lalulintas 200 kali dan patroli lalulintas 202 kali. "Semuanya dikerjakan dengan baik," pungkasnya. 

Operasi Zebra ini semakin relevan jika dikaitkan dengan Data Korps Lalulintas Polri yang menyebut, angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 105.374 kejadian dengan 22.939 jiwa tewas, atau rata-rata 3 orang meninggal setiap jam (data 2016). 

Dilihat dari segi usia, korban didominasi usia 15-19 tahun (sebanyak 29.654 jiwa). Sementara itu, 36.541 orang (44,27 persen) pelaku kecelakaan lalu lintas tidak memiliki SIM. Terbanyak pelanggar lalu lintas adalah anak muda atau pelajar. 

"Mereka memang bisa berkendara tapi secara mental, psikologis belum cukup dewasa untuk berinteraksi di jalanan. Sehingga menyebabkan banyak kecelakaan," ungkap Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Drs Royke Lumowa tempo hari di Medan. (17M.02)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini