Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Dit Polairdasu Gagalkan Penyelundupan Balpres Monza

Administrator Administrator
Dit Polairdasu Gagalkan Penyelundupan Balpres Monza
17merdeka
Petugas Direktorat (Dit) Polairda Sumut mengerahkan anjing pelacak di kapal kayu pengangkut puluhan balpres (monza), Jumat (2/3).


17MERDEKA, BELAWAN - Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Sumatera Utara (Dit Polairdasu) mengamankan satu unit kapal kayu (KM) Jasa Utama karena hendak menyelundupkan pakaian bekas (balpres) di Sungai Tanjung SarangHelang, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.


Kapal penyelundup bermesin Mitsubishi 6 cylinder tanpa tanda selar dan berbendera Indonesia itu telah bersandar di Mako Ditpolairda Sumut, Belawan, Jumat (2/3).


Di kapal kayu tersebut, ditemukan sebanyak 40 balpres, tapi tanpa tersangka. Selain balpres, polisi mencurigai kapal yang diduga datang dari negara tetangga itu juga membawa narkoba sehingga terpaksa dikerahkan anjing pelacak.


Direktur Polair Polda Sumut, Kombes Samsul Bandar mengatakan,‎terungkapnya kasus penyelundupan pakaian bekas berasal dari Malaysia berdasarkan kerjasama dari Polres Asahan. Polisi menerima informasi adanya kapal kandas bermuatanbarang ilegal.


Atas informasi berharga tersebut, petugas Polairdasu mengerahkan personel menuju Sungai Tanjung Sarang Helang, tepatnya pada posisi  02 derajat 58 menit 25.6692 detik LU dan 99 derajat  56 menit 5.3448 detik BT‎.


Hasilnya, kapal penyelundup ditemukan kandas dengan awak kapalnya telah kabur.


"Jadi yang kita amankan ada 40 balpres. Sebagian pakaian bekas ini sudah ada ditransit dengan menggunakan kapal kecil. Tapi, kita masih menyelidiki pelaku yang kabur ke hutan," terang Samsul.


Dijelaskan perwira berpangkat tiga melati ini, saat ini pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Penyelundupan (Luncup) untuk meminimalisir barang ilegal masuk melalui perairan ajaran Polda Sumut.


"Ada beberapa jalur penyelundup sudah kita tutup, di antaranya di Muara Sungai Asahan. Tim gabungan bersama Tim Satgas Anti Penyelundupan Ditpolair Polda Sumut bekerja sama dengan polres setempat untuk menutup ruang gerak penyelundupan," tegas Samsul didampingi Kasubdit Gakkum, Kompol Jhoni Sitompul.


Selama ini, kata Samsul,  para pelaku penyelundupan barang ilegal telah melakukan cara baru dalam menjalankan aksinya. Pelaku penyelundup membawa barang selundupan dari luar negeri dan ditranslit dengan kapal-kapal kecil.


"Jadi, pelaku kejahatan menyelundup melalui sungai-sungai kecil untuk mengkelabui kita. Sehingga, kapal patroli kita sulit mengakses, makanya kita sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat," ujar Samsul.


Kendati demikian, sambungnya, seluruh wilayah yang dianggap rawan penyelundupan seperti Kabupaten Langkat, Asahan, Tanjung Balai, Batu Bara dan Deli Serdang serta Serdang Bedagai, tetap dilakukan patroli rutin untuk mengawasi kapal-kapal yang dicurigai.


"Kita belum bisa memastikan beberapa titik yang jadi jalur penyelundupan di wilayah kerja kita. Yang jelas, beberapa kabupaten dan kota terus kita lakukan pengawasan dan patoli rutin," sebut Samsul.


Seluruh barang selundupan yang berada di KM Jasa Utama dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan anjing pelacak. Itu dilakukan guna mengantisipasi adanya penyelundupan narkoba yang diselipkan di antara pakaian bekas tersebut. (17M.02) 

 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini