Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Cegah Peredaran Narkoba, Poldasu Terapkan Metode Preemtif, Preventif dan Represif

Administrator Administrator
Cegah Peredaran Narkoba, Poldasu Terapkan Metode Preemtif, Preventif dan Represif
17merdeka
Khumay yang ditembak petugas BNN Pusat

17MERDEKA, MEDAN - Masuknya narkotika lewat jalur laut menjadi bukti lemahnya pengawasan pada jalur tersebut. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, mengungkap jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia, yang masuk lewat jalur laut.

 

Jalur laut masih menjadi favorit bagi pelaku penyelundupan narkoba ke Indonesia. Walau upaya yang dilakukan pihak-pihak terkait sudah maksimal, namun masih ada celah bagi pelaku lolos dari pengawasan.

Menanggapi kenyataan itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan, pihaknya telah berupaya menekan peredaran lewat jalur laut.

"Kita sudah melakukan upaya maksimal dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk menekan peredaran lewat jalur laut ini," ujar Hendri, Rabu (21/3).

Kesulitannya, kata dia, pengawasan jalur pantai mulai dari Aceh sampai Riau dengan panjang sekitar 800 Km, menjadi kendala petugas di lapangan.

"Panjang garis pantai yang mencapai 800 Km mulai dari Aceh sampai Riau, itu kan sangat luas. Apalagi, petugas kita di lapangan sangat terbatas, tapi tetap kita saling koordinasi," katanya.

"Kalau pencuri mau mencuri pasti ada juga yang tidak ketahuan, nah inilah mau kita perbaiki agar wilayah kita tidak kecurian," sambungnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ke depannya, kata dia, Polda Sumut telah menerapkan metode preemtif, preventif dan represif. 

"Preemtifnya kita melakukan kegiatan penyuluhan-penyuluhan, preventif kita melakukan razia-razia mulai di darat dan laut. Jika keduanya tidak mempan juga, maka kita lakukan tindakan represif," urainya.

Dia menolak disebut kecolongan terkait pengungkapan peredaran narkotika jaringan internasional yang dilakukan BNN RI. Kata dia, pengungkapan itu merupakan bagian dari pemberantasan narkoba dari berbagai instansi.

"Tidak ada yang namanya kecolongan. Mereka (BNN) kan sudah melakukan pengintaian berminggu-minggu, hingga akhirnya berhasil mengungkap. Kalau masih menyangkut pemberantasan narkoba di Indonesia ini, maka semua yang terkait saling berkoordinasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkotika jaringan Internasional Malaysia - Indonesia. Dari pengungkapan dua lokasi berbeda, yaitu di Jalan Sei Semayang, Binjai dan di Jalan Tritura Kota Medan, petugas berhasil menangkap empat tersangka dan mengamankan total 30 Kg sabu, Selasa (20/3).

Keempat tersangka masing-masing bernama, Khalidi, Bahtiar, Ambri Harahap alias Khumay dan Iwan. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini