17MERDEKA, MEDAN - Arena permainan judi jenis mesin dan kartu yang berada di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 7,8, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, diduga dibekingi oknum aparat sehingga sulit untuk digerebek.
Padahal, sudah banyak pihak yang mendesak pihak berwajib seperti kepolisian untuk menutup dan menindak pelaku judi yang ramai digandrungi etnis keturunan tersebut.
Apalagi, arena judi itu berkembang di balik tempat ibadah. Aktivitas perjudian itu sudah sangat meresahkan, karena banyaknya pendatang dari luar membawa kendaraan yang setiap saat mondar-mandir di lokasi judi dekat permukiman penduduk tersebut.
"Kita warga di sini (Tanjung Mulia, red) heran, kenapa lokasi judi itu tidak juga digerebek, kami sudah sangat resah. Diduga, karena adanya oknum aparat yang membekingi dan mengawasi lokasi judi itu, sehingga tidak ada yang berada menggerebeknya," sebut seorang wanita mengaku warga sekitar yang minta identitasnya tidak ditulis kepada wartawan, Minggu (8/7).
Dia menyesalkan sikap petugas terkait yang tidak bertindak dengan adanya praktik perjudian yang sudah pasti bisa membuat masyarakat sengsara dan sangat meresahkan. Perjudian itu berjalan mulus karena dijaga oleh pria berbadan tegap dan berambut cepak.
Dia menyebut, setiap harinya, puluhan kendaraan mulai dari roda dua hingga mobil mewah hilir mudik di sekitar tempat tinggal mereka untuk menuju ke lokasi perjudian itu. Kondisi itu membuat kaum ibu takut akan keselamatan anak-anak mereka yang bisa saja terlindas.
Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian menegaskan, pihaknya tidak pernah kendur atau tebang pilih dalam pemberantasan tindak pidana perjudian di wilayah hukumnya.
Sebab, tindak pidana penyakit masyarakat tersebut sangat meresahkan dan membuat masyarakat sengsara.
Kaarena itu, Andi bertekad untuk menggerebek praktik perjudian berkedok tempat ibadah di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 7,8, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, yang kini sedang jadi pergunjingan hangat warga Medan.
"Saya tegaskan, Poldasu tetap komit dalam pemberantasan prakti perjudian. Siapapun dia (maksunya bandar) dan di mana tempatnya, saya tidak pernah kendur. Intinya, semua judi akan kita sikat, apalagi berkedok tempat ibadah," tegas Andi Rian kepada wartawan, Jumat (6/7).
Informasi terkini didapat wartawan, judi jenis mesin dari rolet hingga pacuan kuda yang berlokasi tepat berdampingan dengan sebuah vihara di Tanjung Mulia Medan Labuhan itu sudah menjadi rahasia umum.
Setiap warga di sana telah lama mengetahui aktivitas melawan hukum itu, namun tidak mampu berbuat atau melaporkan karena diduga takut serangan oknum-oknum aparat bayaran pengelola.
Paadahal, warga terutama kaum ibu sudah sangat merasa resah akibat anak dan suami mereka terjerumus dalam permainan judi itu.
Bahkan, disebut-sebut, di lokasi itu disediakan narkoba agar para pemain semakin candu dan menghabiskan penghasilan mereka di sarang judi yang beroperasi secara terang-terangan tersebut. (TIM)