Jumat, 05 Juni 2026 WIB

2018, Poldasu Waspadai Terorisme, Radikalisme, Intoleransi dan Hoax

Administrator Administrator
2018, Poldasu Waspadai Terorisme, Radikalisme, Intoleransi dan Hoax
17MERDEKA
Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan pemaparan Press Release Akhir Tahun 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (31/12).

17MERDEKA, MEDAN - Tahun 2018 yang identik dengan pemilihan umum (pemilu), berpotensi gempuran informasi hoax diprediksi begitu terkesan. Di sisi lain, isu terorisme dan radikalisme juga tetap menjadi perhatian aparat kepolisian mengingat jaringan ISIS masih kuat. 

"Tiga hal tersebut menjadi atensi kami," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Waka Polda Brigjen Agus Andrianto dan para pejabat utama saat konferensi pers Catatan Akhir Tahun 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (31/12).

Kapolda juga mengatakan, pihaknya terus mewaspadai gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Bahkan, para orang-orang yang pulang dari Suriah dan Philipina akan diperiksa secara ketat, demi mencegah masuknya jaringan teroris ke Indonesia.

Sementara untuk masalah hoax, jenderal bintang dua tersebut mengingatkan agar masyarakat lebih selektif terhadap informasi. Sebab, potensi sebaran informasi hoax akan menguat di tahun politik.

Banyak Pengaduan

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga mengakui selama 2017, jajaran Poldasu banyak menerima pengaduan tindak kejahatan konvensional, yakni 34.458 kasus dan baru 21.556 kasus tertangani atau sekitar 62 persen. Sisanya masih proses. Tindak kejahatan ini mendominasi di Sumut. 

Sedangkan kejahatan transnasional juga tak sedikit, yakni 5.970 kasus ditambah lagi kejahatan terhadap kekayaan negara sekitar 50 kasus.

"Kejahatan menonjol adalah pencurian, penganiayaan, perjudian, premanisme, pemerasan dan narkoba," terang Waterpauw.

Sementara pengaduan masyarakat (dumas) yang  diterima markas Polda Sumut sampai saat ini 760 kali. Namun, hanya 60 kasus yang tuntas, sedangkan 640 masih dalam proses.

Budaya Lalulintas Rendah

Tak hanya soal kuantitas kejahatan dan aduan masyarakat yang memprihatinkan. Jumlah pelanggar lalu lintas yang banyak juga tak kalah memprihatinkan. Sepanjang 2016, tercatat 305.258 pelanggaran.

Angka ini membengkak pada 2017 hingga mencapai 324.791 (meningkat 6,27 persen). Jumlah surat tilang pada 2016 yang hanya 223.369 set meningkat menjadi 238.276 set pada 2017 (meningkat 7.67 persen). Beruntung, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2016 dari 6.276 berkurang menjadi 4.803 kasus pada 2017.

74 Personel Dipecat

Selain pengungkapan tindak pidana, sepanjang 2017, sebanyak 76 personel Poldasu mendapat penghargaan dan 442 orang mendapat pujian karena prestasi.

Meski banyak yang berprestasi, tak sedikit pula personel yang mencoreng institusi Polri. Tak tanggung, 74 anggota Polri yang bertugas di Sumut dipecat tidak hormat.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw menyebut, jumlah anggota yang dipecat tahun 2017 meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya. Untuk 74 orang yang dipecat itu diganjar sanksi disiplin, kode etik profesi dan pidana.

"Untuk pelanggaran disiplin menurun dari 842 kasus di 2016 menjadi 540 kasus di 2017, turun 36 persen. Sedangkan jumlah pelanggaran kode etik profesi dari 207 kasus di 2016 menjadi 175 kasus di 2017 atau turun 16 persen," tuturnya.

Penurunan jumlah pelanggaran disiplin dan kode etik profesi dibarengi dengan pelanggaran pidana. Pelanggaran pidana yang dilakukan anggota dari 93 kasus di tahun 2016 menjadi 79 kasus di 2017 atau turun sekitar 16 persen.

Kapoldasu mengakui hasil kinerja Polda Sumut tahun 2017, masih banyak kekurangan. Karena itu Polda Sumut memohon maaf atas segala kekurangan. Tak lupa ia meminta dukungan serta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat dan insan pers.

"Agenda 2018, Polda Sumut tetap tegas dalam penindakan jaringan narkoba sindikat internasional. Polda Sumut terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan terorisme dan Intoleransi," katanya.

Dalam pengaman Pilkada 2018, Polda Sumut berkerjasama dengan lembaga penyelenggara pemilu dan para pihak terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Terimakasih kepada insan pers selaku mitra kerja Polri yang selama ini dengan setia mengawasi, melalui diseminasi informasi yang disampaikan kepada  masyarakat terkait hasil kerja kami selama ini," pungkas Paulus Waterpauw. (17M.02)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini