Terkait KLB Partai Demokrat

Tak Peduli Kecaman Publik, Moeldoko Gugat Pemerintah

Administrator Administrator
Tak Peduli Kecaman Publik, Moeldoko Gugat Pemerintah
Int.

17Merdeka, Jakarta :Kisruh Partai Demokrat belum usai. Kubu pendukung Moeldoko, kini membuat gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Dalam hal ini, pihak yang digugat adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Mereka meminta PTUN mengesahkan kongres luar biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret lalu, sebab dianggap konstitusional karena diikuti oleh pemilik suara sah.

Menanggapi itu, politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik menilai, Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presidek tidak punya etika.

Moeldoko seharunya fokus mengurusi pandemi Covid-19 yang tengah meningkat di tanah air. Tetapi sebagai pembantu Presiden, Moeldoko malah mengurus ambisinya.

“Jenderal Moeldoko sungguh tuna etika. Di saat Covid menggila, dia masih mengurusi ambisinya membegal Partai Demokrat: menggugat keputusan Kemenhukam, tak peduli pada kecaman publik,” kata Rachland Nashidik, (25/6).

Rachlan bilang, padahal Moeldoko merupakan bagian dari pemerintah Jokowi. Tetapi dia justru balik mengguhat keputusan pemerintah sendiri, dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM.

“Dia tak sungkan gugat keputusan pemerintah meski dia sendiri bagian dari pemerintah,” katanya.

Rachlan mengatakan, pada saat mengupayakan untuk membegal Partai Demokrat, Moeldoko tidak minta izim Jokowi. Rachlan kemudian menanyakan gugatan tersebut apakah telah diketahui oleh Jokowi.

“Dulu, KSP Moeldoko tidak memberitahu, apalagi minta restu Presiden Jokowi, menyelenggarakan KLB abal-abal di Deli Serdang. Kini dia menggugat Kemenkumham. Tapi apakah dia sudah belajar dari kesalahannya tempo itu? Apakah kali ini dia sudah lapor dan minta ijin Presiden?” ujarnya.

Lebih lanjut dia menilai, manuver politik Moeldoko membuatnya tidak menghargai Jokowi sebagai atasannya.

“Betapa tak berwibawanya Presiden di hadapan Kepala Stafnya sendiri,” pungkasnya (Int)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini