Sabtu, 18 April 2026 WIB
Binjai Membara

Aliansi Pemuda & Mahasiswa Protes Jalan Berlubang Serta Kebijakan "Kadis Import"

Administrator Administrator
Aliansi Pemuda & Mahasiswa Protes Jalan Berlubang Serta Kebijakan "Kadis Import"

17MERDEKA|| Gelombang kemarahan menyelimuti jalanan Kota Binjai, Kamis (02/04/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes kondisi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan serta kebijakan penunjukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU).

​Aksi massa berlangsung di titik sentral kota Binjai diwarnai dengan pembakaran ban bekas. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi menjadi simbol kegeraman masyarakat terhadap lambatnya respons pemerintah kota dalam menangani jalanan yang rusak parah dan menyerupai "kubangan kerbau".

​Koordinator Aksi, Oza Hasibuan, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat Binjai sudah lelah dengan janji-janji manis yang tidak kunjung terealisasi.

​"Jalanan kita hancur, nyawa pengendara terancam setiap hari, sementara pejabat yang berwenang seolah menutup mata. Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar rotasi jabatan yang tidak berdampak," ujar Oza di tengah kerumunan massa.

​Salah satu poin krusial dalam tuntutan ini adalah penolakan terhadap sosok Kadis PU yang dianggap sebagai "orang luar" atau pejabat impor. Aliansi menilai bahwa kebijakan ini mencederai potensi putra daerah yang lebih memahami kondisi geografis dan sosiologis Kota Binjai.

​"Mengapa harus impor dari luar daerah? Apakah di Binjai sudah tidak ada lagi putra terbaik yang mampu mengurus jalan? Akibatnya, pejabat tersebut tidak memiliki ikatan emosional dengan kota ini dan bekerja tanpa rasa memiliki," tambah Oza dengan nada tegas.

​Sebagai bentuk protes lanjutan yang lebih ekstrem, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai mengancam akan melakukan aksi simbolis yang unik namun menohok. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan, mereka berkomitmen untuk menanam 1.000 bibit pohon pisang di sepanjang jalanan yang berlubang.

​"Jika jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan mengubahnya menjadi kebun pisang. Setidaknya, pohon pisang lebih berguna bagi warga daripada lubang yang hanya mengundang maut," tegas Oza.

Dalam aksi itu, Massa menyatakan sikap, Mendesak Pemerintah Kota Binjai untuk segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan permanen.

Mengevaluasi Kinerja Kadis PU yang dianggap gagal dan tidak memahami prioritas pembangunan daerah. Menuntut Transparansi Anggaran pemeliharaan jalan yang selama ini dinilai tidak jelas peruntukannya. Aksi massa hari itu berlangsung dengan tertib ditengah pengawalan pihak kepolisian Polres Binjai.(17M/15)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini