Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Toke Medan Traktor Picu Keributan di Jalan Samarinda

Dimediasi Muspika Kecamatan Medan Kota Tak Juga Berhasil
Administrator Administrator
Toke Medan Traktor Picu Keributan di Jalan Samarinda
17merdeka.com
Mobil Toni yang terparkir di depan ruko milik Wijaya di Jalan Samarinda Medan

17MERDEKA, MEDAN - Ditenggarai parkir mobil sembarangan, dua warga keturunan tionghoa yang menetap di Jalan Samarinda Medan, nyaris baku hantam, Selasa (16/7/2019) malam. Tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinguikan, Muspika Medan Kota pun sampai turun tangan guna melakukan mediasi. 

Namun sayang, mediasi yang dihadiri Camat Medan Kota Chairuniza, Lurah Kelurahan Masjid, Kanit Intel Polsek Medan Kota, Babinsa Kamtibmas Kelurahan Masjid, hingga unit Patroli Sabhara Polsek Medan Kota itu tidak juga berhasil menyelesaikan masalah. 

Toni (46) pemilik Medan Traktor tetap bersikeras enggan menggeser mobilnya yang terparkir tepat di depan rumah toko (ruko) milik Wijaya (44).

Menurut Wijaya kepada wartawan mengatakan, pertikaian antara dirinya dan tetangganya itu bermula ketika dirinya meminta agar Toni untuk menggeser mobilnya yang terparkir di depan rukonya. Namun, bukan malah menggeser mobilnya, Toni berserta istrinya malah marah-marah. 

"Dia (Toni-red) dan istrinya malah marahi saya dengan nada kasar, padahal mereka yang parkir mobilnya di depan ruko saya," ujar Wijaya dengan nada kesal. 

Awalnya, lanjut Wijaya, dirinya enggan mempersoalkan masalah parkir tersebut. Namun lama kelamaan, dia bilang, tetangganya itu seperti mencari-cari masalah dengan memarkir mobilnya selama 24 jam di depan rumahnya. 

"Kalau 24 jam itukan namanya udah tidak benar, saya mau beraktivitas pun susah. Itu rumah saya, kok malah dia menguasi parkir di depan rumah saya. Memangnya, negara ini hanya punya dia," ketusnya.

Sementara itu, Toni yang juga ditemui menyebut jika dirinya tidak merasa bersalah dengan memarkirkan mobilnya di depan ruko Wijaya. Menurut Toni, Wijaya hanya mencari masalah dengan dirinya. 

"Saya punya mobil empat, parkir rumah saya tidak muat, makanya saya parkir di situ. Lagian, saya siap kok geser kalau ada mobil yang mau masuk atau ada aktivitas di ruko itu," tutur Toni kepada wartawan. 

Tidak adanya penyelesaian antara ke-duanya, suasana di lokasi pun kian memanas. Pihak Muspika Medan Kota yang mendapat informasi itupun langsung turun ke lokasi guna memecahkan masalah yang ada. 

Pihak Muspika Medan Kota pun mencoba mendatangi kediaman Toni dengan meminta menggeser mobilnya dari depan ruko Wijaya. Akan tetapi, Toni bersikeras tidak mau menggeser mobilnya meski hari sudah malam. 

Camat Medan Kota Chairuniza kepada wartawan mengatakan, mediasi yang dilakukan Muspika Medan Kota tidak berhasil menggeser mobil Toni yang terparkir di depan ruko Wijaya. 

"Pak Toni tidak mau menggeser mobilnya, jadi kita bingung mau bagaimana. Kita sudah coba mediasi tapi tidak berhasil. Pak Toni mau menggeser kalau ada aktivitas di ruko Wijaya, kalau tidak ada bapak itu tidak mau geser," jawab Chairuniza sembari tertawa.

Hal senada juga disampaikan pihak Polsek Medan Kota dan Babinsa Kelurahan Masjid. Mereka tidak berhasil membujuk Toni untuk menggeser mobilnya dari depan ruko Wijaya. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini