Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Pengunjung Diskotek New Zone Bentrok

Administrator Administrator
Pengunjung Diskotek New Zone Bentrok
17merdeka
Suasana area Diskotek New Zone pascabentrokan pengunjung

17MERDEKA, MEDAN - Sesama pengunjung tempat hiburan Diskotek New Zone di Jalan Wajir, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun bentrok, Senin (5/2) sekira pukul 02.00 WIB.

Akibatnya, seorang pengunjung bernama Muhammad Yusuf (42), kritis ditikam pelaku yang masih dalam penyelidikan petugas. Warga Jalan Cik Ditiro Belakang No 2 A, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia tersebut menderita luka di punggung kanannya.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah H Tobing menyebutkan, sebelum penikaman terjadi, korban bersama teman-temannya menikmati suasana hiburan Diskotek New Zone.

Namun, teman korban bersenggolan dengan kelompok pelaku hingga terjadi cekcok mulut berlanjut ke perkelahian. Karena kalah jumlah 'pasukan', korban memilih kabur ke luar diskotek.

Tapi, korban dikejar pelaku dan kepalanya dipukul menggunakan batu hingga darah segar muncrat. Pelaku juga menikam punggung korban menggunakan pisau sebanyak satu kali hingga tersungkur bersimbah darah.

"Berdasarkan keterangan dalam laporan korban, perkelahian itu diawali senggolan mereka di dalam tempat hiburan tersebut. Korban mengaku tidak kenal dengan pelaku.  Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penangkapan terjadap tersangka," tegas Martuasah.

Sementara informasi diperoleh menyebutkan, kejadian itu membuat suasana di sekitar area Diskotek New Zone sempat mencekam. Petugas kepolisian segera melakukan pengamanan di sekitar lokasi menghindari bentrokan meluas.

Informasi juga menyebutkan, perkelahian itu karena adanya persaingan bisnis hingga utang piutang di antara kedua belah pihak yang bertikai. (17M.02)


Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini