Rabu, 29 Juli 2026 WIB

Pembantaian di Kapal Glory, Tiga Tewas, 1 Kritis

Administrator Administrator
Pembantaian di Kapal Glory, Tiga Tewas, 1 Kritis
17MERDEKA
Dua korban tewas pembantaian di atas kapal hendak dievakuasi. Seorang penumpang kritis setelah ditikam pelaku yang bunuh diri, Rabu (20/12).

17MERDEKA, MEDAN - Aksi pembantaian dan bunuh diri mewarnai pelayaran Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line, Rabu (20/12) dinihari. Tiga orang tewas, seorang kritis. Dalam kejadian itu, pelaku menggorok lehernya hingga tewas (bunuh diri, red).

Ketiga korban terdiri dua penumpang kapal dan satu lainnya adalah masinis kapal. Korban kritis juga merupakan penumpang. 

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat kapal sedang berlayar di tengah laut, tepatnya di dekat Pulau Mursala,  Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

"Kapal itu membawa 700 penumpang menuju Pulau Nias dengan Kapten Kapal Nok Metusala (52), warga Bitung, Sulaewesi Utara," terangnya.

Disebutkannya, ketiga korban tewas, yakni Demajaatulo Laia (56), terduga pelaku, petani, warga Desa Ilihoru Dua, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), mengalami luka pada bagian leher dan tangan sebelah kanan.

Korban kedua, Anugrah Waozatullo Zebua (25), Masinis II Kapal Wira Glory, warga Gunung Sitoli, mengalami luka tusukan pada dada kanan sebelah atas.

Korban ketiga, Nduru (25), petani, warga Desa Botohili, Kecamatan Lahusa, Nisel, mengalami luka parah pada leher sebelah kanan dan luka sobek pada jari jempol kaki kanan. Sedangkan korban kritis atas nama Odalige Harefa (50), warga Desa Limba Barora, Kecamatan Gunung Sitoli Utara.

Setelah kejadian itu, kapal memutar balik ke Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga. Sesampainya di pelabuhan, personel Sibolga yang terdiri dari KA SPKT, 2 personil Piket Fungsi Reskrim, 2 personel Piket Fungsi Intel serta 1 personil Piket Penjagaan melakukan pengamanan serta mengevakuasi mayat tersebut sebanyak tiga Orang dan 1 orang dalam kondisi kritis ke RSU FL Tobing dengan menggunakan ambulans.

"Saat ini ketiga korban tewas ditaruh di kamar mayat, sementara 1 orang Kritis dalam penangan Tim Medis RSU FL Tobing," bebernya.

Sementara, Kapolres Sibolga, AKBP Edwin H Hariandja melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, membeberkan awalnya Kapal Wira Glory berangkat dari Pelabuhan Pelindo Sibolga tujuan Pelabuhan Gunung Sitoli dengan membawa 700 penumpang, Selasa (19/12) malam.

Pada Rabu (20/12) dinihari kapal sudah berada di perairan Pulau Mursala, Tapteng, sekitar 25 mil dari Pelabuhan Pelindo Sibolga.

Saat itu, telah terjadi pembunuhan yang dilakukan pelaku, Demajaatulo Laia. Salah seorang penumpang kapal tersebut kebetulan merupakan personil TNI, Sertu Robert. 

"Sertu Robert berada di anjungan kapal. Tiba-tiba datang beberapa penumpang menemuinya untuk memberitahukan telah terjadi aksi pembunuhan," terang Rina.

Mendapat informasi itu, Sertu R langsung menuju ke lokasi, yakni di Dek 1 bagian belakang kapal. Setibanya di lokasi, terlihat sudah ada 2 orang yang terkapar di lantai kapal dengan bersimbah darah.

Di lokasi itu juga, ada seorang yang diduga pelaku (Demajaatulo Laia) berdiri di tengah Dek kapal sambil memegang senjata tajam (sajam) jenis pisau.

"Pelaku memegang pisau dan tongkat besi," sebut Rina.

Melihat itu, Sertu R berupaya membujuk pelaku agar bersedia meletakkan pisau dan besi yang di pegangnya. Namun sayang, itu tak dihiraukan pelaku malah hendak menyerang Sertu R.

Tak ingin menjadi sasaran pelaku, Sertu R mencabut pistolnya dan memberi tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali. Tembakan peringatan itupun tak digubris pelaku dan terus berupaya mengejar Sertu R.

Di situasi seperti itu, Sertu R memutuskan untuk menembak pelaku. Tiga tembakan yang diletuskan Sertu R, masing-masing bersarang di bagian kaki, tangan dan tubuh pelaku.

Herannya, pelaku yang masih dalam kondisi hidup itu malah mengarahkan pisau yang di pegangnya ke lehernya sendiri. Pelaku juga masih sempat melempar pisau yang dipegangnya ke laut. Setelah itu, pelaku roboh bersimbah darah. "Pelaku menggorok lehernya sendiri," katanya.

Selanjutnya, Sertu R dan sejumlah penumpang lainnya mengecek kondisi pelaku dan dipastikan pelaku tewas diduga karena kehabisan darah. (17M.02)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini