Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Oknum Polisi Dituding Cekik dan Todongkan Pistol

Administrator Administrator
Oknum Polisi Dituding Cekik dan Todongkan Pistol
17merdeka.com
Warga mengerumuni kantor Desa Suka Makmur, menyampaikan kekesalannya terhadap oknum berinisial R

17MERDEKA, MEDAN - Seorang oknum polisi dituding telah mencekik dan menodongkan pistol kepada seorang pemuda di Desa Suka Makmur, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Senin (27/1).

Aksi polisi berinisial R (26) ini dilakukan kepada warga setempat bernama Bima (29).

Arogan aparat kepolisian tersebut membuat warga kesal terhadap R. Untuk menghindari keributan yang lebih besar, Kepala Desa Suka Makmur, Suyatno membawanya ke kantor desa 

Setelah proses mediasi di kantor desa sekira pukul 11.30 WIB, Briptu R keluar dan warga langsung menyorakinya.

Beberapa warga juga ingin menghampiri R, beruntung pihak kepolisian, Babinsa dan aparat desa segera melerainya.

Suyatno mengatakan, aksi arogan R bermula, saat mobil milik keluarganya, diduga menabrak sepeda korban pada Minggu (26/1). Saat itu mobil tersebut langsung lari.

Keesokan harinya, Bima melihat mobil yang menabrak sepedanya melintas di dekat rumahnya. Dia berupaya menyetop mobil untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, mobil tersebut tak memperdulikannya sehingga membuat Bima kesal dan melempar kaca mobil dengan sebuah kertas undangan yang kebetulan dipegangnya.  

Mobil itu berhenti, kebetulan saat itu yang berada di dalamnya ibu R dan adik laki lakinya. 

"Tadi lewat jam 10 distop nggak berhenti. (Akhirnya) Dilempar (korban) pakai undangan. Karena terkena pucuk undangan, bunyi kaca seperti di lempar batu berhentilah, ibunya kemudian memanggil anaknya yang polisi," sebut Suyatno.

Selanjutnya, ibunya diduga mengadukan peritiwa ini kepada R hingga menyulut emosinya lalu menghajar Bima.

"(Anaknya) nggak terima, (lalu) dipukuli korban sama polisi itu," ujar Suyatno.

Saat kejadian, Suyatno melihat langsung Briptu R menodongkan senjata ke arah Bima. 

"Ku dengar ada ribut-ribut dia pakai senjata langsung ku terkam. Banyak yang lihat. Bahkan baju ku ditarik bapaknya tadi," ujar Suyatno. 

Untuk menghindari agar menimbulkan keributan, Briptu R dan Bima dibawa ke kantor desa.

"Kita ambil tindakan preventif agar tidak terjadi keributan," kata Suyatno.

Saat ini, kata Suyatno, baik pihak korban maupun  R telah dibawa ke Polsek Deli Tua untuk memberikan keterangan terkait kasus ini.

"Meraka saat ini di Polsek. Terkait kasus ini Propam yang menanginya. Kalau dari kedua pihak mau damai tinggal sama-sama keluarganya. Mau damai atau tidak, terserah," tukas  Suyatno.

Terpisah, Kapolsek Deli Tua, AKP Zulkifli Harahap saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan antar keduanya, namun bersepakat damai.

"Iya, sudah dimediasi sudah damai. (jadi) kalau ada yang berperkara, sesuai dengan peraturan di Mahkamah Agung bisa dimediasi," kata Zulkifli.

Terkait adanya dugaan penodongan pistol kepada korban Bima, Zulkifli tidak mengetahuinya secara pasti.

"Nggak tahu saya soal masalah itu, yang penting sudah dimediasi mereka bersalam-salaman. Kalau sudah damai, setahu saya tidak ada permasalam lain," pungkas Zulkifli. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini