Minggu, 26 Juli 2026 WIB

Lima Hari Menghilang, Ketua KPPS di Tarutung Ditemukan Membusuk

Administrator Administrator
Lima Hari Menghilang, Ketua KPPS di Tarutung Ditemukan Membusuk
17merdeka.com
Jasad korban ditemukan tewas membusuk di hutan

17MERDEKA, MEDAN - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung bernama Luhut Ferry Parsaoran Aritonang (43), ditemukan tewas membusuk di tengah hutan Tombak Sirambe, Desa Parbubu I, Kecamatan, Tarutung Kabupaten Taput, Sabtu (11/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, jenazah korban berhasil ditemukan setelah selama lima hari tidak pulang ke rumahnya.

"Sehingga Bhabin bersama personel Polsek lainnya melakukan pencarian bersama warga, dan menemukan korban sudah tak bernyawa," kata Nainggolan kepada wartawan, Minggu (12/5).

Nainggolan menyebutkan, sebelum ditemukan, warga dan petugas terlebih dahulu mencium bau busuk dengan jarak sekitar 10 meter di Hutan Tombak. Selain itu, ujar dia, warga juga menemukan adanya jejak sandal.

"Kemudian warga mengikuti jejak tersebut dan mendapati mayat korban dengan posisi badan sudah busuk," jelasnya.

Nainggolan menyebutkan, saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telungkup miring leher terikat baju miliknya dan simpul tali terikat ke pohon. Penemuan itu dilaporkan ke warga perkampungan yang jaraknya sekitar kurang lebih 500 meter.

"Setelah ditemukan, Kanit Reskrim, Kanit IK, Bhabin dan personel Polsek lainnya serta Inafis Polres langsung melakukan olah TKP," terangnya.

Sementara, pengakuan istri korban, Namaida Br Situmorang (41) kepada polisi, pada Senin (6/5/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, suaminya permisi dengan baik kepadanya. Namun, saat itu korban tidak memberitahukan tujuannya.

"Jadi, keesokan harinya, korban tak pulang ke rumah. Sehingga istri korban memberitahukannya kepada warga. Istri korban mengatakan tidak ada bertengkar dengan suaminya, dan setahu dia, suaminya tidak pernah melakukan tindak pidana ataupun masalah hutang piutang," bebernya.

Hanya saja, lanjut Nainggolan, korban mengeluh masalah perekonomian. Istrinya sempat melakukan pencarian ke tempat keluarga yang dekat dan jauh hingga ke warung yang sering didatangi, namun korban tak ditemukan.

"Penjelasan istrinya, korban kemungkinan memikirkan masalah perekonomian. Jadi meninggalnya karena bunuh diri, dan tidak ada hubungannya dengan KPPS dan Pemilu," tegas Nainggolan. 

Atas peristiwa itu, tambah Nainggolan, keluarga dan istri tidak keberatan penyebab meninggalnya korban. Keluarga menduga kuat, korban melakukan bunuh diri karena memikirkan masalah ekonomi.

"Istri dan keluarga sudah melihat langsung korban bunuh diri dan bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Setelah Inafis Polres cek tempat kejadian, selanjutnya korban langsung dikuburkan tidak jauh dari lokasi korban gantung diri sekitar 5 meter," pungkasnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini