Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Korban Tewas Pabrik Mancis Dibawa ke RS Bhayangkara

Keluarga : Pintu Depan Selalu Digembok Pemiliknya
Administrator Administrator
Korban Tewas Pabrik Mancis Dibawa ke RS Bhayangkara
17merdeka.com

 

17MERDEKA, MEDAN - Petugas kepolisian bersama warga membawa puluhan jenazah korban kebakaran pabrik mancis di Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jumat (21/6) sekira pukul 14.45 WIB.

Dari pantauan di rumah sakit, sebanyak enam ambulans membawa 30 kantong berisi mayat yang hangus terbakar. Ambulans pertama tiba membawa tiga kantong mayat. Kemudian ambulans kedua membawa lima kantong jenazah.

Ambulans ketiga membawa enam kantong jenazah. Ambulans keempat membawa 4 kantong jenazah. Ambulans berikutnya membawa tujuh kantong jenazah dan ambulans yang datang terakhir membawa lima kantong jenazah.

Seluruh kantong jenazah itu kemudian dimasukan ke kamar mayat sebelum dilakukan identifikasi. Belum dipastikan jumlah korban yang meninggal dalam kebakaran itu. Setiap kantong berisi jumlah jenazah yang berbeda.

Seorang warga yang ikut mengantar jenazah ke rumah sakit, Suryadi menyebutkan, peristiwa memilukan itu terjadi saat makan siang. 

"Kalau yang meninggal saya kurang tahu pasti, tapi kalau anak ada dua orang. Ada empat orang yang selamat karena pulang makan di rumah. Seluruh pekerjanya prempuan semua dan hampir semua tempat tinggalnya nggak jauh dari lokasi," sebutnya.

Suryadi mengaku, mendengar suara ledakan yang sangat kuat lebih dari tiga kali. 

"Asal api dari belakang, jadi pekerjanya lari ke depan. Sementara pintu depan itu tidak pernah dibuka dan selalu digembok oleh pemiliknya. Saya tidak tahu kenapa selalu digembok. Kalau masuk pasti dari belakang," terang Suryadi.

Menurut dia, usaha isi ulang mancis itu sudah lama berdiri. "Wah, sudah lama itu, sudah ada hampir 10 tahun," aku pria yang tinggal di samping pabrik tersebut.

Setelah 30 menit jenazah tiba, pihak keluarga korban berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. Raut wajah sedih langsung terlihat.

"Pak yang korban kebakaran dibawa ke mari," tanya warga kepada petugas rumah sakit.

Faisal Reza mengaku, istrinya bernama Marlia (35) menjadi salah satu korban. Dia mendapat kabar adanya kebakaran itu saat hendak pergi shalat. 

"Jarak rumah kami dengan tempat kerja istri saya tidak jauh, hanya beberapa meter saja. Jadi, saya dapat kabar ada kebakaran, terus saya ke lihat ke lokasi," katanya.

Begitu sampai di lokasi, dia melihat seluruh jenazah sudah dalam kondisi gosong. 

"Kondisi jenazah semua sudah tidak dikenal lagi. Jenazah tertumpuk terbakar," sebutnya.

Pria 36 tahun ini mengaku tidak memiliki firasat aneh terhadap istrinya. 

"Pas berangkat kerja biasa aja, salam tangan terus pergi kerja. Tapi, saya lihat istri saya pakai baju hitam. Tak pernah dipakainya baju warna hitam," lirihnya, mengaku istrinya sudah tiga tahun lebih bekerja di pabrik mancis itu.

Sedangkan Sophian mengaku, istri dan putrinya menjadi korban. "Nama istri saya Yuli Fitri dan anak saya Shifa Oktaviana," ungkapnya.

Dia mendapat informasi kejadian itu dari warga. "Lihat sana istri mu," ujarnya, menirukan kabar dari warga.

Dia hanya bisa pasrah melihat seluruh korban dalam keadaan gosong. "Sampai sekarang istri dan anak saya tidak ada," lirihnya.

Dia menuturkan, sepulang sekolah, anaknya pergi ke tempat kerja istrinya. "Nggak tiap hari ke tempat ibunya. Kebetulan tadi memang nggak ada orang di rumah, jadi anak saya pergi ke tempat ibunya," katanya. 

Para keluarga korban kemudian didata pihak Rumah Sakit Bhayangkara. "Kita masih mendata dulu, sudah ada warga yang membawa kartu keluarga, KTP. Sampai sore ini sudah tiga keluarga yang datang," kata pegawai rumah sakit. 

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan berapa banyak korban yang tewas atau luka-luka dalam peristiwa tersebut.

"Namun diperkirakan, jumlah korban di atas 10 orang," sebut Nainggolan. 

Saat ini, sambung dia, petugas masih berada di lokasi  (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini