Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Kerja Jadi TKI Demi Anak-Istri, Diusir, Diselingkuhi, Suranta Pilih Gantung Diri

Administrator Administrator
Kerja Jadi TKI Demi Anak-Istri, Diusir, Diselingkuhi, Suranta Pilih Gantung Diri
17merdeka.com

17MERDEKA, DELISERDANG - Tragis kali riwayat hidup Suranta Nasution, pria 29 tahun, buruh pabrik, warga Jalan Limau Mungkur, Dusun IV, Desa Tanjungmorawa A, Deliserdang ini. Bagaimana tidak? Capek-capek kerja, bahkan harus menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia, balik lagi ke kampung menjadi buruh pabrik, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga tercinta, eh ternyata kerja kerasnya itu dikhianati istrinya sendiri, Tri Utami.

Sang istri ketahuan selingkuh. Pertengkaran di antara keduanya pun tak terelakkan. Senin (9/3) sekira pukul 22.00 WIB, mereka cekcok. Diduga tak kuat lagi menahan cobaan hidup, Suranta akhirnya memilih jalan 'pulang' dengan cara bunuh diri, Selasa (10/3), sekira pukul 00.30 WIB, dengan menggunakan tali ayunan yang dililitkan di plafon kamar tidurnya. Tragis betul!. 

Kejadian itu sontak mengubah suasana hening malam itu menjadi geger. Sebagian warga yang sebelumnya sudah tertidur pulas, tiba-tiba terbangun dan menyemut di rumah korban. 

Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin dan personelnya langsung turun ke lokasi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan interogasi, benar adanya percekcokan antara suami dan istri itu karena masalah pria idaman lain (PIL). 

"Istrinya ketahuan selingkuh, dan keduanya cekcok. Setelah itu, istri korban pergi ke arah Simpang Dagang Kerawang berjalan kaki. Sampai di sana, sang istri berharap dijemput suaminya, namun ternyata korban tak menjemputya," terang AKP Sawangin.

Karena tak dijemput, Tri Utami pun akhirnya pulang. Namun apa lacur? Sesampainya di rumah dan masuk ke kamar, sang suaminya sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung dengan tangan terikat. Seketika itu, Tri Utami pun menjerit sejadi-jadinya. Jeritan itulah yang membangunkan warga sekitar. 

Setelah personel Polsek Tamora tiba di lokasi, jasad korban yang sudah membiru langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Namun keluarga meminta agar korban tidak diotopsi. Dan permintaan itu dikabulkan pihak kepolisian.

Di sisi lain, informasi yang berkembang di lokasi kejadian, korban baru dua pekan pulang dari Malaysia karena menjadi TKI. Korban merupakan satu-satunya pria di keluarganya, karena empat saudara kandung lainnya adalah perempuan. 

"Adikku ini baru dua minggu di sini, selama ini di Malaysia. Ada dua anaknya masih berumur satu tahun dan tiga tahun. Selama dia di Malaysia dititip kan sama kami karena istrinya gak mau merawat," ucap Juna, kakak korban.

Sebelum memutuskan bekerja di Malaysia, Suranta juga terpaksa tinggal bersama kakaknya di Desa Nagatimbul, Dusun III, Kecamatan Tanjungmorawa.

"Suranta cerita sering kali diusir kalau datang ke rumah ini kalau tidak bawa uang. Padahal Selama di Malaysia, korban sering mengirimkan uang tiap bulan ke istrinya. Tapi tidak tau ke mana uangnya, gak tau kenapa bisa seperti ini adikku," ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu, adanya percekcokan di antara keduanya sebelum korban ditemukan tewas tergantung, turut dibenarkan W, teman Tri Utami (istri korban). 

"Setelah itu, istrinya si Tri utami pergi dari rumah. Sekitar pukul 00.30 WIB, saat istrinya kembali ke rumah, ia sudah melihat suaminya tewas gantung diri dengan tali bekas ayunan," urai W. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini