Warga Jalan Pertahanan Pasar II, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak ini menjelaskan, saat dalam angkot, korban duduk di bangku dekat pintu samping, dan tepat di sebelahnya duduk kedua pelaku. Sekitar 500 meter setelah korban dan pelaku naik, pelaku lalu meminta uang untuk minum tuak terhadap korban.
"Saya lihat dikasih Rp 50 ribu, tapi mereka (pelaku) nggak terima," jelasnya.
Merasa permintaannya tak dipenuhi, lanjut Beni, kedua pelaku lalu mencoba merampas handphone (HP) korban. Namun korban berontak, sehingga mencoba menyelamatkan diri dengan cara melompat dari dalam angkot tersebut.
"Setelah saya lihat korban melompat, saya langsung menghentikan angkot dan berteriak rampok. Tapi, saat itu kondisi korban sudah berlumuran darah dan tak sadarkan diri," ujarnya.
Selanjutnya, Beni bersama warga membawa korban ke RS Mitra Medika, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patumbak. Sementara kedua pelaku melarikan diri.
"Tapi, nggak lama mendapat perawatan, korban ternyata akhirnya meninggal," pungkasnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Budiman Simanjuntak mengaku saat ini telah berhasil mengamankan satu dari dua pelaku tersebut.
"Iya, benar sudah kita amankan satu pelakunya dan kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Sejauh ini sopir angkot tersebut masih kita periksa dan kita jadikan saksi," pungkasnya. (17M.02)