Jumat, 05 Juni 2026 WIB
Polisi Tetapkan 26 Terduga Teroris

Kelompok Bom Bunuh Diri Latihan di Daerah Karo

Administrator Administrator
Kelompok Bom Bunuh Diri Latihan di Daerah Karo
17merdeka.com
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memberikan keterangan perkembangan kasus bom bunuh diri, di Mako Brimobda Sumut, Senin (18/11).

17MERDEKA, MEDAN - Tim Densus 88 Mabes Polri kembali meringkus delapan tersangka terlibat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang dilakukan Rabial Muslim Nasution (RMN/24). Hingga kemarin, seluruh terduga teroris itu berjumlah 26.

"Kemarin 18, tadi tambah lima, dan sore ini ada tiga lagi yang ditangkap. Jadi, semuanya 26," terang Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Senin (18/11). 

Kata dia, dari delapan tersangka baru ini, dua diantaranya menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak. Sedangkan tiga yang ditangkap menyusul pada sore kemarin, memiliki peran penting dalam aksi teror bom bunuh diri tersebut, yakni sebagai bendahara dan perangkai bahan peledak. 

"Tadi malam (Minggu malam) menyerahkan diri didampingi kepala lingkungan (kepling)," jelas jenderal bintang dua tersebut.

Namun, Agus enggan membeberkan identitas para tersangka itu. "Inisialnya nanti saja ya, nanti akan ada ekspose secara lengkap oleh Mabes Polri, bisa di sini atau di Jakarta," imbuhnya.

Dari delapan tersangka ini, sebut Kapolda, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa senjata api rakitan, senapan angin, panah, senjata tajam.

"Kita sita dari kediamannya. Yang tiga ditangkap di Medan dan dua menyerahkan diri," ungkap Agus.

Ditegaskannya, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Siapapun orang yang masuk kelompok ini akan terus ditindak, agar memberi rasa aman kepada masyarakat," tegasnya.

Agus mengakui, kelompok bom bunuh diri ini telah merencanakan aksi dengan jauh hari secara matang. Bahkan, kelompok ini juga telah berlatih di kawasan Tanah Karo.

"Ya, kelompok ini sudah mempersiapkan, karena dari racikan bahan peledak dan temuan bahan-bahan di TKP ada senpi rakitan, senjata tajam, panah senapan angin," sebut Agus.

"Sebelumnya mereka juga pelatihan di daerah Karo. Artinya, mereka memang berlatih," ujarnya.

Mantan Waka Polda Sumut ini mengarahkan agar masyarakat tidak perlu mengikuti latihan-latihan yang hanya untuk merusak NKRI. Saat ini waktunya untuk berinovasi dan berkreatif membawa bangsa ke ajang persaingan global.

"Tolonglah yang latihan-latihan itu (naik kuda, memanah), untuk apa sih. Sekarang ini kita waktunya berinovasi, kreatif karena ke depan bangsa ini akan berhadapan persaingan global tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang kita siapkan untuk menghadapi jamannya. Jadi, jangan balikan lagi ke jaman batu. Ini jaman teknologi yang terus berkembang setiap saat, kemudian kemajuannya bisa perhari, bisa berubah dan berkembang," paparnya.

Menurut dia, kelompok ini bisa saja melakukan aksi di mana saja, bahkan di rumah ibadah yang hanya untuk memperkeruh suasana.

"Mereka bisa melakukan tindakan di manapun dan sasarannya juga bisa rumah ibadah, bahkan kantor dinas pemerintah, untuk memancing situasi yang aman," tuturnya.

Terkait dengan adanya kelompok masyarakat yang menolak penguburan jasad pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, RMN, Kapolda Sumut enggan menanggapinya.

"Saya tidak bisa mengomentari apa yang jadi reaksi pada masyarakat. Itu semua tergantung pada diri masing-masing," ketusnya.

Sedangkan untuk pemulangan jasad tiga pelaku yang tewas, pihaknya masih menunggu keputusan dari Densus 88 Mabes Polri.

"Kita tunggu dari pihak Densus 88, harusnya keluarganya datang untuk cek DNA nya, disesuaikan dan dicocokan dengan para pelaku. Kemudian akan dikembalikan kepada keluarganya masih-masing," pungkasnya.

Sebelumnya, tim Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumut menangkap 18 orang yang terlibat dalam kasus bom bunuh diri. Seluruh yang ditangkap itu telah ditetapkan sebagai tersangka termasuk istri pelaku bom bunuh diri itu. (17M.02) 

 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini