Kamis, 04 Juni 2026 WIB

DPD KNPI Medan Minta KPK Tangkap Dzulmi Eldin

Beri Tenggat Waktu 3x24 Jam
Administrator Administrator
DPD KNPI Medan Minta KPK Tangkap Dzulmi Eldin
17MERDEKA
DPD KNPI Medan bersama PK se Kota Medan saat menyatakan sikap meminta Walikota Medan Dzulmi Eldin ditangkap KPK

17MERDEKA, MEDAN - DPD KNPI Kota Medan bersama Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se Kota Medan, siap turun menggelar aksi kembali untuk meminta Walikota Medan Dzulmi Eldin mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap permasalahan yang terjadi di kota ini.

"Terkait Medan sejuta lobang, memang sudah diperbaiki namum masih belum maksimal karena seperti dipaksakan, belum lagi permasalahan  pasar tradisional yang masih semraut, banjir, macet, parkir liar, hingga mega proyek yang bermasalah seperti Podomoro, Centre Point, Manhattan yang harus dipertanggungjawabkan walikota," tegas Sekjen KNPI Kota Medan Dedy Key didampingi Bendahara Kiki Handoko Sembiring SH dan sejumlah PK KNPI Kota Medan, Kamis (2/11) di Medan.

Dedy Key yang merupakan kader FKPPI Medan ini menambahkan, terkait aksi pertama pada 16 Oktober 2017 lalu pihaknya dengan tegas meminta Dzulmi Eldin segera mengklarifikasi langsung hal itu. Pihaknya juga tidak menerima perwakilan walikota soal persoalan yang terjadi.

"Ada oknum dewan yang juga pengurus organisasi mau mediasikan, tapi pada prinsipnya kita tidak mau menerima semua bentuk mediasi itu yang terkesan seperti agen," tegasnya lagi.

Sementara Kiki Handoko menambahkan, APBD Kota Medan tahun 2017 yang sudah disetujui sebesar Rp5,264 triliun lebih dan belanja Rp5,493 triliun, sehingga devisit Rp229 miliar lebih, tapi dengan angka devisit tersebut sangat tidak sesuai dengan fakta pembangunan di Kota Medan

"Oleh sebab itu kami meminta DPRD Medan melakukan Interplasi dan hak angket mengenai IMB Podomoro yang bermasalah dan Centre Poin, serta meminta KPK untuk segera menangkap Dzulmi Eldin karena terindikasi korupsi terkait mega proyek tersebut," bebernya.

Sementara Brata Hutasoit SH dari PK KNPI Medan Amplas berkeinginan walikota secara langsung mengklarifikasi agar melihat bagaimana kepeduliaannya terhadap pemuda

"Apalagi ini masih dalam semangat Sumpah Pemuda sehingga kita meminta walikota berjiwa kesatria untuk menjumpai kami," tambahnya.

Hal senada disampaikan Bani Al Akbar Siagian SE dari PK Medan Helvetia menilai Kota Medan tidak pantas berpredikat sebagai Kota terbaik.

"Itu tidak pantas, dari mana kita bisa dinilai dengan semua permasalahan yang ada tapi bisa dikategorikan sebagai Kota terbaik, seharusnya kita malu," sindirnya. 

Maka mereka menegaskan, jika tuntutan ini tidak diindahkan maka KNPI Kota Medan akan turun lagi dengan masa yang lebih banyak.

"Bila dalam waktu 3x24 jam tidak juga diindahkan, maka kami akan menurunkan seluruh pemuda di Kota Medan sehingga seluruh Indoesia bisa tahu," pungkasnya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini