Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Aktivis Penyuara Medan Sejuta Lubang Ditabrak OTK

Administrator Administrator
Aktivis Penyuara Medan Sejuta Lubang Ditabrak OTK
17MERDEKA
korban yang ditabrak OTK

17MERDEKA, MEDAN - Aktivis yang belakangan paling getol menyuarakan 'Medan Kota Sejuta Lobang', Azhari Sinik mengalami tindak kekerasan. 

Aktivis LIPPSU ini ditabrak usai melaksanakan shalat Subuh oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat (3/11/2017).

Azhari Sinik memang kerap mengkritisi kondisi Kota Medan dan Sumatera Utara. Menurut beberapa orang narasumber, awalnya ada mobil yang melaju kencang menyasar korban, tapi upaya itu tidak mencelakai sampai akhirnya ada sepeda motor yang menghantam tubuh korban.

"Tidak berhasil dengan mobil, Bang Ari (Azhari Sinik, red) ditabrak sepeda motor," ujar salah seorang sumber.

Aksi ini terbilang keji karena terindikasi ingin menghabisi nyawa korban.

"Bisa saja targetnya dibunuh tapi seolah-olah dibuat kecelakaan," imbuh sumber yang dirahasiakan.

Akibat insiden ini, korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh, dan luka serius di bagian mulut. Atas kasus ini, korban dibantu beberapa rekan telah membuat laporan ke Mapolda Sumut.

"Kami berharap agar pelaku dan aktor intelektualnya ditangkap," pungkas sumber. 

Sementara Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan ST mengutuk keras tindakan ini. Bahkan, mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan ini menyebut hal ini sebagai tindakan teroris yang sangat biadab.

"Kekerasan dan teror ini masuk kategori biadab sebab dilakukan kepada korban setelah sholat subuh. Pemilihan waktu melakukan teror dan tempat tentu sudah direncanakan. Melakukan teror terhadap korban setelah sholat subuh bertujuan memberi teror jangka panjang," kata Sutrisno menanggapi peristiwa yang dialami Azhari, Jumat (3/11/2017).

Menurutnya, pelaku teror memahami bahwa korban pasti sholat setiap subuh. Jika tujuan teror berhasil, maka pemilihan waktu dan tempat melakukan teror berhasil.

Tujuannya tentu untuk membungkam korban atas suara-suara kritisnya kepada oknum-oknum penyelenggara pemerintah. Apalagi, buruknya kondisi infrastruktur Kota Medan yang diketahui Presiden RI Joko Widodo terus dikritik korban.

Untuk itu, Sutrisno meminta Polri untuk melakukan penyelidikan dengan serius terhadap teror ini.

"Kapolda diminta untuk memerintahkan pasukannya menangkap pelaku dan aktor intelektual teror tabrak lari tersebut karena terindikasi terkait dengan kritisi korban terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan anti-korupsi," tegasnya. (17M.05)


Tag:
Berita Terkait
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini