Jumat, 05 Juni 2026 WIB

16 ABK KM Formasa, 12 Korban Tenggelam Sudah Ditemukan

Administrator Administrator
16 ABK KM Formasa, 12 Korban Tenggelam Sudah Ditemukan
Int
Ilustrasi

17MERDEKA, MEDAN - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Formosa 12 di Perairan Pulau Pini, wilayah Pulau Pini, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (5/3) pagi, mulai mendapatkan titik terang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dari 18 orang anak buah kapal (ABK) KM Formasa 12, sebanyak 16 orang sudah berhasil diselamatkan.

"Selasa (5/3) sekira pukul 18.30 WIB, Danposmat Pulau Tello menerima telepon dari Camat Pulau Pulau Batu Timur, bapak Yakin Antonius Sarumaha, bahwa dari 18 orang ABK KM Formasa yang ada di kapal, 16 orang diantaranya sudah diselamatkan dan kini berada di Desa Labuhan Rima Pulau Pini," terang Nainggolan, Selasa (5/3) malam.

Kata Nainggolan, menurut berita dari keagenan KM Formosa 12, sekira pukul 10.00 WIB ada 2 orang yang sudah diselamatkan Kapal Bagan lain dan diserahkan ke Pos AL. Tetapi, Posmat Pulau Tello belum menerima korban. 

"Diduga korban diserahkan ke Posmat Pini. Untuk memastikan keberadaan dua korban lagi, Danposmat Pulau Tello saat ini masih berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk mengecek ke Posmat Pini di Teluk Kepres," ungkap Nainggolan.

Sebelumnya, satu unit kapal nelayan, Kapal Motor (KM) Formosa 12, tenggelam di Perairan Pulau Pini, wilayah Pulau Pini, Nias Selatan, Selasa (5/3/2019) pagi. Kabarnya, sebanyak 20 awak kapal yang tenggelam di Nias itu belum ditemukan.

Sebelum tenggelam, KM Formosa 12 tersebut hilang kontak di Perairan Pulau Pini. Belum bisa dipastikan penyebab kecelakaan kapal nelayan tersebut. Namun, informasi yang diperoleh Badan SAR Nasonal (Basarnas) dari nelayan setempat, KM Formosa 12 diperkirakan tenggelam setelah mengalami kecelakaan. Bahkan, awak kapal sempat meminta tolong kepada nelayan setelah air sudah masuk ke dalam kapal.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Nias, Tonggor Gultom, membenarkan sejumlah kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi kecelakaan sempat mencoba menolong para awak KM Formosa 12. Namun sayangnya, cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat upaya mereka sia-sia.

Upaya pencarian pun menurut Tonggor masih hanya sebatas rencana lantaran cuaca buruk tersebut. 

"Kita sudah melakukan rencana operasi dengan mempersiapkan kapal. Namun cuaca buruk. Kapal-kapal nelayan sekitar itu pun menghindar dari gelombang tinggi itu," kata Tonggor

Menurutnya, tinggi gelombang di perairan tersebut mencapai 2 hingga 3 meter. Namun, tim Basarnas Nias tengah berusaha memaksimalkan pencarian dan evakuasi korban. Hal itu dilakukan termasuk dengan berkordinasi dengan aparat TNI/Polri setempat.

"Kita dapat informasi para korban menggunakan pelampung dan bisa kita evakuasi. Tapi ini lagi cuaca buruk," ujarnya. (17M.02) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini