Minggu, 19 April 2026 WIB

Sudari : Seharusnya Dinsos Tidak Gunakan Data Lama Dalam Sakurkan BPNT

Administrator Administrator
Sudari : Seharusnya Dinsos Tidak Gunakan Data Lama Dalam Sakurkan BPNT

17MERDEKA, MEDAN - Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, menilai seharusnya Dinas Sosial Kota Medan tidak berpatokan dengan data lama dalam hal pendistribusian atau pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada masyarakat Kota Medan.

Sebab, 70.000 masyarakat penerima manfaat yang saat ini sudah terdata terlalu sedikit jika melihat situasi dan kondisi yang dialami masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Kemarin kan kita sudah verifikasi validasi data tentang KPM (Kelompok Penerima Manfaat), seharusnya penyaluran BPNT ini harus mengacu pada data itu, masyarakat tidak mampunya yang masuk data DTKS (Data Terpadu Kesejahateraan Sosial),” ungkapnya Jumat (18/3).

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini menilai, pandemi Covid-19 sudah berjalan dua tahun. Selama perjalanannya banyak sektor yang terdampak, terutama pada bidang ekonomi. Namun hal itu bukanlah indikator utama yang memperlihatkan tinggi angka kemiskinan di Kota Medan.

“Indikatornya, semakin sedikit masyarakat Kota Medan yang menerima bantuan, itu menunjukkan masyarakatnya sudah sejahtera. Medan ini kan sudah dua tahun lebih hadapi pandemi Covid-19, otomatis warga miskin semakin bertambah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sudari mengatakan, dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan, Medan Utara adalah kawasan yang paling banyak terdapat warga miskinnya. Untuk itu, ia berharap Dinas Sosial Kota Medan menyalurkan bantuan beranjak dari data yang sudah lolos verifikasi dan validasi.

“Kalau data sebelumnya, 60 persen warga miskin di Kota Medan ada di Medan Utara. Dengan adanya verifikasi dan validasi data, seharusnya masyarakat miskin itu sudah terakomodir seluruhnya. Sekarang ini belum maksimal lah, karena masih ada ditemukan juga masyarakat tidak mampu tak mendapat BPNT,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoruddin Rangkuti, mengaku tidak menemukan kendala dalam pendistribusian BPNT. Saat ini proses pencairan bantuan tersebut sedang berjalan.

“Mulai Januari hingga Maret 2022, pelaksana pencairannya itu di kantor Pos. Kalau tahun 2021 lalu yang mencairkan itu Himbara dalam hal ini Bank BRI. Kalau progresnya tinggal sedikit lagi yang belum dicairkan, paling-paling tinggal 2000-an orang,” pungkasnya, Rabu (16/3). (17m03)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini