Pemko Medan Sebut Revitalisasi Gapura Batas Kota Medan akan Dihiasi Ornamen Melayu Tanjak

Administrator Administrator
Pemko Medan Sebut Revitalisasi Gapura Batas Kota Medan akan Dihiasi Ornamen Melayu Tanjak

17MERDEKA | MEDAN - Setelah disoroti anggota DPRD Medan dan dari berbagai kalangan agar pembangunan Gapura di batas pintu masuk Kota Medan menggunakan ornamen Melayu, akhirnya pihak Pemko Medan buka bicara. Disebutkan, revitalisasi tiga Gapura berbiaya Rp 19 Miliar akan dihiasi dengan ornamen melayu seperti tanjak.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKP2R) Kota Medan Endar Sutan Lubis, ketiga gapura tersebut yakni gapura di Jalan Gatot Subroto persisnya jembatan Kampung Lalang yang merupakan batas Medan dengan Deli Serdang, gapura Jalan Sisingamangaraja (Amplas) sebagai batas Medan dengan Tanjung Morawa, Deli Serdang serta gapura Jalan Jamin Ginting (Tuntungan) yang juga merupakan batas Medan dengan Deli Serdang akan dihiasi beragam etnis termasuk melayu.

Pemugaran ketiga Gapura untuk menghadirkan suasana yang lebih baru bagi wajah Kota Medan. Pemko Medan tidak bermaksud menghilangkan nuansa atau ornamen Melayu yang selama ini sudah menjadi salah satu ikon Kota Medan.

Diregaskan Kadis PKP2R Kota Medan Endar Sutan Lubis, Kamis (20/10/2022), tidak ada penghapusan ornamen atau ciri khas Melayu di gapura atau pintu masuk ke Kota Medan yang akan dikerjakan. Bahkan, bilang Endar, tanjak (topi atau ikat kepala khas Melayu), tepak dan keris Melayu akan ditempatkan di gapura tersebut.

“Tidak ada ikon Melayu dihilangkan. Kami akan tempatkan tanjak, tepak dan keris Melayu di gapura yang terletak di Medan Amplas dan Jalan Gatot Subroto. Desainnya sudah disiapkan dan bisa dilihat nanti bagaimana hasilnya,” tegas Endar.

Selanjutnya, Endar mengungkapkan, pihaknya juga akan menempatkan ornamen dari tujuh etnis lainnya sebagai bentuk penghormatan sekaligus menggambarkan jika Kota Medan adalah kota yang multikultural. Kemudian, menghadirkan gambar bangunan yang juga jadi ikon Kota Medan seperti Masjid Raya dan Istana Maimun.

“Pengerjaan gapura tersebut akan segera dilakukan dan ditargetkan selesai akhir Desember 2022. Untuk desain pembangunan gapura sendiri banyak perubahan dari sebelumnya. Arsiteknya model monokrom atau kekinian,” ungkapnya.

Sementara itu untuk gapura di Medan Tuntungan, jelas Endar, akan mengangkat ciri khas Suku Karo dengan ornamen seperti replika Rumah Jabo, atau Soko Sopo Angin, Tumbuk Lada dan lainnya. Nantinya, juga akan dibuat kolam, air mancur dan taman yang bisa dimanfaatkan sebagai rest area sekaligus tempat bermain keluarga.

“Diangkatnya ciri khas adat atau Suku Karo di gapura Kawasan Medan Tuntungan untuk menghormati Guru Patimpus yang merupakan pendiri Kota Medan dan ia adalah putra Karo bermarga Sembiring Pelawi,” pungkasnya. (17m03)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini