Sabtu, 18 April 2026 WIB

Lambat Proses Administrasi Di Bea Cukai Atas Tanker BBM, Berpotensi Ganggu Distribusi ke SPBU.Apa Benar..?

Administrator Administrator
Lambat Proses Administrasi Di Bea Cukai Atas Tanker BBM, Berpotensi Ganggu Distribusi ke SPBU.Apa Benar..?
Ilustrasi

17MERDEKA|| Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, berpotensi alami gangguan signifikan sejak tanggal 18 Juni 2025. Info yang diperoleh hal ini diakibatkan oleh lambatnya proses administrasi di Direktorat Bea Cukai atas Tanker yang angkut BBM sehingga tertahan lama, apa benar ?

Akibatnya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai kota dan kabupaten, termasuk Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo hingga Dairi, dilaporkan kehabisan stok, mengakibatkan antrean panjang dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sepert di SPBU 142011157 Simpang Selayang, "Sdh habis stoknya, "Ujar, seorang staf melalui seluler. Dan SPBU Jalan HM Joni pun kritis nih pak. Antrean panjang di akui seorang pegawai yang tak ingin namanya di publikasikan .

Unit Penerimaan Penimbunan dan Penyaluran (P3) Medan Nova Wahyu saat di mintai tanggapan mengatakan mungkin seperti itu. Namun, untuk lebih enak biar satu pintu, baiknya langsung ke confrensi pers saja, tegas Nova Wahyu kepada wartawan,(19/6/25)pagi, via seluler.

Potensi terganggu distribusi BBM ke SPBU menurut Drs.Shohibul Anshor Siregar, jangan ada faktor kecil mengganggu proses distribusi BBM yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Karena kesulitan mendapatkan BBM dan harus antre panjang, sangat rentan munculnya kericuhan.

"Aneh juga faktor administrasi menjadi kendala. Kecuali ada faktor lain yang lebih bersifat sosial securiti. Itupun tidak boleh terjadi karena pasti ada potensi negatif yang akan terjadi, tegas," Pengamat Sosial sekaligus Dosen Fisip UMSU Drs Shohibul Anshor Siregar Msi kepada wartawan .(19/6/25) Pagi.

Sejumlah legislator daerah dan organisasi masyarakat sipil telah meminta Pertamina untuk memberikan penjelasan lebih terbuka dan akuntabel. Mereka juga mendesak keterlibatan langsung Pemerintah Provinsi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menindaklanjuti kondisi ini, serta menjamin agar proses distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai ketentuan.

Sementara Operation Head Medan Group pertamina Kilbergen W.Gultom menyatakan pertama, Tidak ada kendala terkait Bea Cukai. "Kami tetap mengikuti prosedur yg ditetapkan," ujarnya.

Kedua, Kondisi dilapangan relatif kondusif dengan penyesuaian jadwal pengiriman terkait durasi perjalanan dan pemesanan dari SPBU.

"Ketiga, Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan pelayanan," katanya saat menjawab konfirmasi 17Merdeka.com. Kamis (19/6)siang via seluler (Yusti Al )

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini