17MERDEKA, SERDANG BEDAGAI-Meski pembangunannya menelan dana lebih dari Rp 3 milliar, namun bendungan penahan air asin yang terletak di Dusun 1, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara kondisinya terlihat sudah rusak dan nyaris tak berfungsi.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan, Jumat (20/5/2022) di lokasi bendungan tersebut, ditemukan 3 kebocoran yang berasal dari pintu bendungan yang terbuat dari fiber dan satu pintu dari plat besi yang sudah bocor dan satu dari regangan pintu fiber.
Kebocoran ini diduga karena sumber materialnya yang tidak berkualitas, kemungkinan bahan terlalu tipis. Alhasil, pengerjaan bendungan yang diharapkan bisa menahan air asin agar tidak masuk ke bendungan air tawar untuk mengairi areal persawahan penduduk yang tadah hujan, menjadi tak berfungsi.
Pembangunan bendungan ini sendiri bersumber dari APBD Sergai tahun 2021 dengan nilai anggaran Rp 3.151.265.000 dengan pelaksana PT DBS.
Kepala Dinas PUPR Sergai Johan Sinaga ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (23/5/2022), berjanji akan memanggil pelaksana kegiatan sebagai pemenang tender.
"Kalau memang sudah rusak biar kita suruh perbaiki sama Udin Sirip, karena dia pemenang tendernya," ungkap Johan.
Menurut Johan, pada prinsipnya setiap ada kerusakan dalam masa pemeliharaan akan diperbaiki oleh rekanan yang menjadi pemenang tender. "Kita segera panggil rekanannya," ujarnya.(17m03)