Terkait Ricuh Lapo Tuak di Batangkuis, Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Medsos

Administrator Administrator
Terkait Ricuh Lapo Tuak di Batangkuis, Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Medsos
17merdeka.com
Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi.

17MERDEKA, DELISERDANG - Kemajuan teknologi benar-benar tak terbendung, salah satunya media sosial (medsos) yang identik dengan istilah viral alias banyak disaksikan dan dikomentari para peselancar dunia maya.

Ketika sebuah konten, baik tulisan, foto ataupun video yang diupload viral, biasanya akan memantik reaksi beragam dari kalangan netizen. Ada positif, tapi tidak sedikit juga yang negatif. 

Kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung bakal memunculkan polemik baru. Karena, netizen kerap menerima pesan mentah-mentah, tidak menyaringnya dan tidak memahami persoalan tersebut secara utuh, sehingga mudah diprovokasi. Hal ini pun bukan mustahil berimbas di kehidupan nyata.

Maka dari itu, jika tidak bijak menyikapi media sosial dengan segala kontennya, yang ada malah bisa memunculkan konflik. Seperti masalah penutupan warung tuak milik Lamria br Manulang oleh anggota Forum Pembela Islam (FPI) Batangkuis, pada Selasa, 28 April 2020 lalu.

Terkait hal itu, Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi menekankan agar masyarakat bisa bijak dalam menggunakan medsos. Kalau tidak, maka jeratan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menanti. 

"Kami mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, dan Jangan memposting konten yang mengandung unsur provokasi dan menghasut, karena hal tersebut bertentangan dengan Pasal 28 ayat (2) UU Republik Indonesia (RI) No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp1 miliar," ujar Kombes Yemi kepada wartawan, Minggu (3/5/1).

Maka dari itu, mantan Kapolres Pelabuhan Belawan dan Asahan tersebut, kembali menegaskan bersosial medialah dengan sehat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang kondusif, khusus di wilayah hukum (wilkum) Polresta Deliserdang, terlebih di bulan puasa saat ini.

"Mari kita menjaga kesucian bulan Ramadhan ini dengan saling hormat menghormati, serta menjaga kerukunan dan persatuan, antar sesama dan antar umat beragama," imbaunya.

Sebelumnya pada rapat koordinasi (rakor) di Aula Kantor Camat Batangkuis, Jalan Muspika, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Jumat (1/5/2020) malam, Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi dan Dandim 0204/Deliserdang, Letkol Kav Syamsul Arifin bersama para tokoh agama dan masyarakat, sepakat menyatakan persoalan penutupan warung tuak milik Lamria br Manulang oleh anggota FPI Batangkuis, bukanlah konflik Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini