Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Sambil Menggendong Bayi, IRT Datangi Kantor Bupati Labuhanbatu

Mengaku Sudah Tidak Makan dan Tak Bisa Beli Susu
Administrator Administrator
Sambil Menggendong Bayi, IRT Datangi Kantor Bupati Labuhanbatu
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan meneteskan air mata nekat menjumpai Bupati Labuhanbatu untuk menceritakan kondisi ekonomi yang mereka hadapi saat ini, Senin (6/4/2020). Keduanya mengaku sudah tidak makan lagi sejak suami mereka tidak berkerja akibat adanya himbauan libur dari perusahaan.

"Kami sebenarnya malu, tapi sudah tidak tau mau minta tolong kemana lagi, makanya kami ke sini," katanya terisak.

Wanita setengah baya tersebut juga menceritakan bahwa kebutuhan anaknya yang selama ini minum susu, beberapa hari ini juga sudah tidak meminum susu sebagai penggantinya hanya air putih.

Sebelumnya, tambah wanita yang menggendong bayi sekira berumur 1 tahun ini, dirinya sudah menjumpai Kepala Kelurahan tetapi tidak ada bantuan untuk warga. Akibat kebutuhan yang sangat mendesak untuk biaya makan membuat mereka menjadi nekat datang ke kantor bupati.

"Kami sudah tidak tau lagi mau bilang apa, mudah-mudahan pak bupati mau membantu, biar bisa beli beras," harapnya.

Cerita IRT tersebut direkam dan difoto kemudian dikirimkan via WhatsApp ke Sekretaris Daerah. Selang beberapa saat, supir pribadi bupati datang menghampiri kedua ibu tersebut dan membawa masuk. Dan saat keluar kedua ibu tersebut terlihat sumringah begitu keluar dari kantor bupati setelah mendapat bantuan secukupnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Labuhanbatu Azhar Harahap ST saat dikonfirmasi terkait keluhan ibu dan anaknya yang tidak mendapat asupan gizi di tengah wabah Corona, padahal program pemerintah ada gerakan posyandu, menurut Azhar agar pemerintah lebih meningkatkan program terkait pelayanan terhadap ibu dan anak.

"Persoalan ini menjadi masukan kepada Pemkab Labuhanbatu bahwa anak perlu mendapat asupan gizi yang cukup," katanya.

Sekretaris Daerah Ahmad Mufli SH, MH ketika dikonfirmasi terkait langkah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Labuhanbatu dan rencana pemberian bantuan kepada warga yang tidak beraktifitas di luar rumah dalam kurun waktu yang dianggap dapat memutus penyebaran virus, tidak kunjung dijawab oleh Sekda, meskipun tanda ceklis biru sudah terlihat di pesan WhatsApp. (17M.16) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini