Senin, 25 Mei 2026 WIB

Puluhan Massa Tuding Kapolres Asahan Difitnah

Administrator Administrator
Puluhan Massa Tuding Kapolres Asahan Difitnah
17merdeka


17MERDEKA, KISARAN - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Asahan  Anti Narkoba, menilai kalau Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga telah dizolimi.

Hal itu mereka nilai pasca aksi demo sejumlah mahasiswa di Mapolda Sumut terkait adanya kasus tangkap lepas bandar narkoba di wilayah hukum Polres Asahan, beberapa hari lalu.

Aliansi masyarakat Asahan anti narkoba dan ibu perwiritan ini pun marah karena menilai Polres Asahan terus memberantas peredaran naroba di kabupaten tersebut, Jumat (9/2/2018).

Dalam aksi spontanitas itu mereka mendukung Polres Asahan untuk pemberantasan narkoba, dengan melalui rute Tugu Juang Jalan Cokroaminoto Kisaran hingga berakhir di Mapolres Asahan.

Aksi ini dikoordinator Heri Lobe (Wakil Ketua Granat Kabupaten Asahan), Ustad Raja Dedi, dan Ucok Sakir Samosir (Tokoh Masyarakat).

Heri Lobe dalam orasinya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga yang telah memberantas narkoba karena pihaknya sangat  merasakan dampaknya.

"Kami masyarakat mendukung Polres Asahan dalam memberantas Narkoba menuju Asahan yang bebas Narkoba, Allahu Akbar," teriak Heri Lobe yang diikuti massa.

Ditegaskannya, masyarakat Asahan anti narkoba tidak setuju dengan adanya oknum yang mengatas namakan Mahasiswa berdemo ke Polda Sumut yang menyatan bahwa Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga tidak bekerja memberantas narkoba.

"Mereka bukanlah masyarakat Asahan," tegas Heri Lobe.
 
Pihaknya malah bermohon kepada Kapolres Asahan beserta jajarannya untuk secara terus menerus dan berkesinambungan menjalankan program pemberantasan narkoba dan jaringannya di Kabupaten Asahan.
Selain itu, Ustaz Raja Dedi sebagai Toko Agama dalam orasinya mengutuk keras secara pribadi yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan masyarakat Asahan yang telah mendiskreditkan dan mendzolimi dengan membuat statemen serta info sesat yang dapat melemahkan upaya Kapolres Asahan untuk memberantas jaringan narkoba.

"Secara pribadi saya meminta kepada Kapolda Sumut untuk mensuport Kapolres Asahan dan jajarannya yang mereka anggap telah secara profesional melakukan pemberantasan jaringan narkoba di Kabupaten Asahan," ucapnya.

Lina (46) seorang ibu perwiritan warga Jalan Panglima Polem saat dimintai keteranganya mengaku tidak terima apa yang dilakukan oleh pihak mengatas namakan Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) itu.

"pak kapolda semua itu fitnah, karena kami sebagai masyarakat asahan sangat merasakan semenjak AKBP Kobul Syahrin Ritonga menjabat Kapolres Asahan," katanya.

Wakapolres Asahan Kompol Bernard Panjaitanberterima kasih kepada masyarakat yang ikut mendukung pemberantasan narkoba.

"Karena semua itu bila tanpa dukungan masyarakat, Polres Asahan tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

Pantauan wartawan, setelah orator selesai membacakan pernyataan sikap, pengunjuk rasa menyerahkan pernyataan sikap yang diterima oleh Waka Polres Asahan Kompol Bernad Panjaitan. (17M.11)
Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini