Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Problem Kekurangan Guru Jadi Pembahasan Tiap Tahun di Labuhanbatu

Administrator Administrator
Problem Kekurangan Guru Jadi Pembahasan Tiap Tahun di Labuhanbatu
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara masih saja terus mengalami problematika tentang kekurangan guru. 

Sudah 2 tahun belakangan ini, di berbagai media massa, baik cetak dan online dengan gencar memberitakan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu masih kekurangan tenaga pendidik atau guru yang berstatus sebagai aparatur sipil negara, karena banyak yang pensiun setiap tahunnya.

Problematika kekurangan guru pun menjadi trending topik diberbagai media tahun 2017. Hal yang diungkapkan tersebut pun terjawab melalui pembukaan perekrutan CPNS tenaga pengajar. 

"Perekrutan CPNS tenaga pengajar oleh Pemerintah Pusat sangat kami apresiasikan. Namun, dengan sistem perekrutan yang digunakan tersebut, masih membuat tenaga pengajar yang berstatus PNS/ASN masih belum mencapai target yang di inginkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu H Sarimpunan Ritonga MPd ketika dijumpai di kantor BKPP Labuhanbatu, sepekan lalu.

Jumlah guru yang berstatus PNS/ASN seperti dikutip dari berbagai media online, tahun 2017 sebanyak 2.495 orang, sedangkan ditahun 2018 ini sebanyak 2.224 orang. Selama setahun, sekitar 271 orang tenaga pengajar atau guru yang berstatus ASN/PNS telah pensiun. Kekurangan tenaga pengajar pun mencapai lebih dari 700 orang. 

"Sudah berkurang. Dari tahun 2017  ke 2018 tenaga pengajar yang berstatus ASN. Sekitar 271 orang mengajukan pensiun dan telah pensiun. Meskipun seperti itu, kita masih tetap menjaga kualitas pendidikan di Labuhanbatu. Walaupun kita kekurangan tenaga pengajar yang berstatus ASN. Namun, jika bisa Kabupaten Labuhanbatu mengajukan perekrutan tenaga pengajar berstatus CPNS untuk tahun depan. Itupun jika ada perekrutan dari pihak BKN RI. Kami berharap, Kabupaten Labuhanbatu bisa mengajukan sesuai kebutuhan." terangnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2017, menerima  sedikitnya 4 sampai 5 orang menerima berkas pengajuan pensiun. Untuk tahun 2018 ini, pihaknya menerima 15 orang tiap bulannya. 

"Setiap bulan 15 orang tahun 2018  ini. Kita mengandalkan guru honor yang digaji dari anggaran BOS (Bantuan operasional  Sekolah) untuk menyeimbangkan jumlah siswa/i yang ada." katanya.

Seperti dilansir dari berbagai media online, Sarimpunan menyebut, jumlah SD Negeri saat ini sebanyak 243 unit dan SMP Negeri sebanyak 32 unit. "Dari jumlah sekolah yang ada bila dibandingkan dengan tenaga pengajar memang kekurangan."ujarnya.

Problem kekurangan tenaga pengajar berstatus ASN/CPNS diakui Kepala BKPP Labuhanbatu, Drs Zainuddin Siregar. Kekurangan tenaga pengajar di Kabupaten Labuhanbatu terbanyak di 4 Kecamatan. Yakni Kecamatan Panai Hulu, Kecamatan Panai Tengah, Kecamatan Panai Hilir, dan Kecamatan Pangkatan. 

"Tenaga pengajar berstatus ASN benar-benar kurang. Ada 4 Kecamatan daerah pantai yang benar-benar sangat membutuhkan tenaga pengajar." ucap Zainuddin.

Pada perekrutan CPNS tahun 2018 ini, Zainuddin Siregar mengutarakan sebanyak 262 orang dari berbagai formasi. Yang terbanyak di Kabupaten Labuhanbatu perekrutan CPNS tenaga pengajar dan kesehatan. Namun, hasil perekrutan CPNS untuk tenaga pengajar belum mencapai hasil yang dinginkan. 

"Dari 262 orang, persentase untuk tenaga pengajar masih kecil kita dapatkan." ungkapnya. (17M.10)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini