Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Pertikaian di Batangkuis Bukan Konflik Agama

Administrator Administrator
Pertikaian di Batangkuis Bukan Konflik Agama
17merdeka.com
Dandim 0204/Deliserdang, Letkol Kav Syamsul Arifin dan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi saat memimpin rapat koordinasi bersama para tokoh masyarakat dan agama terkait pertikaian yang terjadi di Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

17MERDEKA, DELISERDANG - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0204/Deliserdang, Letkol Kav Syamsul Arifin dan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi bersama para tokoh masyarakat dan agama sepakat menyatakan konflik yang terjadi di Kecamatan Batangkuis bermula dari penutupan lapo tuak milik Lamria Br Manulang di Desa Batangkuis Pekan, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) Batangkuis, pada Selasa, 28 April 2020 lalu, bukanlah konflik antar agama.

Kesepakatan ini tertuang dari rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Letkol Kav Syamsul Arifin dan Kombes Pol Yemi Mandagi di Aula Kantor Camat Batangkuis, Jalan Muspika, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Jumat (1/5/2020) malam. 

Di kesempatan itu, Dandim Letkol Kav Syamsul Arifin, meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjaga kekondusivitasan di Kecamatan Batangkuis. 

"Mari kita menjaga kondusivitas wilayah kita masing-masing, dalam hal ini kita sedang menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan. Mari kita sama-sama menyelesaikan masalah ini demi menciptakan situasi yang kondusif, sehingga yang beragama Muslim bisa berpuasa dan beragama lainnya bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa dengan aman dan nyaman," imbaunya.

Sementara Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, menegaskan masalah penutupan warung tuak milik Lamria br Manulang sudah ditangani pihaknya. 

"Permasalahan telah ditangani oleh Polresta Deliserdang dengan proses hukum. Saat ini, kita akan menyelesaikan masalah di media sosial (medsos) yang telah viral dengan statement provokasi dari pihak luar," katanya.

Yemi berharap, antara pihaknya dan masyarakat bisa satu visi dalam menyelesaikan masalah tersebut. 

"Kita ketahui bersama, kemarin telah ada kelompok yang datang ke Kecamatan Batangkuis, namun bukan warga sini. Maka dari itu, kita jangan sampai terprovokasi oleh kelompok atau elemen tertentu. Tujuan kita saat ini hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan tidak ke persoalan lain," terangnya.

Jika ada kelompok luar, sambung mantan Kapolres Pelabuhan Belawan dan Asahan ini, diharapkan agar tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Batangkuis, untuk mengimbau jika persoalan tersebut sudah diselesaikan dan jangan ada kelompok lain yang ikut mencampurinya. 

"Permasalahan agama dan suku jangan sampai terjadi di wilayah kita. Karena sesama umat yang beragama, kita memiliki tujuan sama yaitu menciptakan kedamaian," tandasnya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat yang hadir di rapat tersebut, menyatakan persoalan yang muncul saat ini adalah video provokatif yang viral di medsos. Dalam kasus ini pula, tokoh masyarakat meminta tokoh agama Khatolik dan Pendeta untuk meredam warga atau jemaatnya. 

Di tempat yang sama, tokoh agama Khatolik yang hadir di rapat tersebut, menyampaikan warga atau jemaatnya tidak mengambil tindakan apapun terkait masalah tersebut, karena sudah ditangani pihak berwajib.

Tak jauh berbeda dengan yang diutarakan tokoh agama Protestan. Menurut mereka, Lamria adalah penganut Protestan dan sudah diingatkan untuk tidak terprovokasi dengan pihak atau kelompok lain yang sengaja menjadikan masalah tersebut menjadi lebih rumit. 

Lantas, di akhir pertemuan diambil kesimpulan atau kesepakatan, yakni semua pihak pada dasarnya menginginkan situasi yang aman dan kondusif. Maka dari itu, saat ini yang harus diredam adalah konflik di medsos dengan cara memberikan statemen atau ucapan sebagai bentuk Cooling Down. Kedua, persoalan yang terjadi di Batangkuis bukanlah masalah agama. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini