Rabu, 29 Juli 2026 WIB

Pertanyakan Dana Paus, Permata KPK Geruduk Kantor Bupati dan Polres Asahan

Administrator Administrator
Pertanyakan Dana Paus, Permata KPK Geruduk Kantor Bupati dan Polres Asahan
17merdeka

17MERDEKA, KISARAN - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Tangkap Komplotan Koruptor (Permata KPK) ‘geruduk’  Kantor Mapolres Asahan, DPRD dan Kantor Bupati Asahan, Selasa (24/4/2018). 

Dalam aksinya itu, mereka meminta sikap dan pertanggungjawaban dewan yang mengesahkan dan menampung kegiatan Pendekar Asahan Urusan Sapu Bersih (PAUS) sebesar Rp1,5 Miliar di APBD Pemkab Asahan tahun 2018.

Para mahasiswa menuding uang sebanyak itu dinilai pemborosan uang rakyat yang tidak jelas peruntukannya untuk kepentingan pembangunan masyarakat Asahan.

Bahkan , mereka juga menilai pihak legislatif hanya berpihak kepada kepentingan lembaga vertikal saja,bukan berpihak kepada kepentingan rakyat Asahan.

“Masih banyak di Asahan ini jalan desa dan jalan kecamatan yang belum tersentuh oleh pembangunan. Bahkan, masih banyak lagi rumah rakyat miskin yang belum direhap oleh Pemkab Asahan.Namun kenapa pemkab dan DPRD terkesan sesuka hatinya memberikan uang rakyat dengan menghibahkannya ke lembaga PAUS,” teriak korlap aksi Permata KPK, Sholahuddin Marpaung.

Selesai melakukan orasinya, mereka langsung ditemui oleh Anggota DPRD ,Sofyan Ismail. Dalam jawabannya, Sofyan Ismail mengaku tidak ada mengetahui adanya dana sebesar Rp1,5 M untuk PAUS itu.

“Saya juga anggota Badan Anggaran (Banggar)DPRD Asahan. Namun dalam nota pengesahan paripurna saat itu saja, saya tidak ada melihat dana sebesar itu untuk PAUS. Sedangkan PAUS saja saya tidak tahu apa itu,”ujar Sofyan Ismail didepan demonstran.

Selesai mendengarkan jawaban dari anggota  yang dituding mereka tidak berkompeten dan tidak tahu apa-apa. Puluhan aktivis itu langsung melanjutkan aksinya ke Mapolres Asahan.

Di Mapolres Asahan, para demonstran dilarang masuk kedalam karena dinilai mengganggu kinerja kepolisian. Namun mereka hanya diperbolehkan melakukan orasi nya di depan pagar pintu  masuk Mapolres.

“Tim PAUS dibentuk terkesan hanya untuk menyerap dana hibah APBD Asahan secara berturut turut. Dan diduga kuat adanya konspirasi diantara institusi demi kepentingan pribadi oknum pimpinan. Untuk itu kami meminta BPK -RI untuk mengaudit dana PAUS,”ujar Solahuddin Marpaung saat menyampaikan aspirasinya di depan Mapolres Asahan.

Usai ketua aksi menyampaikan orasi nya, tidak beberapa lama Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar yang merupakan penanggung Jawab PAUS Asahan langsung datang dan menemui para pendemo.

“Saya yang bertangung jawab di PAUS ini. Jika ada penyimpangan dan temuan permainan anggaran dana hibah pemkab Asahan ke PAUS ini. Saya siap dipenjara,”tegas Kasat Narkoba didepan massa pendemo.

Sementara saat di kantor Bupati Asahan, para aktivis kembali menelan pil pahit sebab tidak ada pejabat yang berkompeten yang menerima mereka. Kaban Kesbangpol Asahan,  Sorimuda Siregar hanya menegaskan jika dirinya akan meneruskan apa yang disampaikan para pengunjukrasa kepada atasannya.

“Saya akan menyampaikan apa yang menjadi pertanyaan adik-adik terkait hibah yang diberikan kepada Polres Asahan,” tegas Sorimuda sebelum akhirnya para aktivis itu membubarkan diri. (17M.11) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini