Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Pasutri Ini Hidup hanya Mengandalkan PKH Rp 150.000 Perbulan

Administrator Administrator
Pasutri Ini Hidup hanya Mengandalkan PKH Rp 150.000 Perbulan
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Dauli Hasibuan (61) dan Nurimawan Pohon (51) warga desa Tanjung Siram Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan batu ini lebih sering menahan lapar akibat kekurangan bahan makanan yang harus dimakan.

Itu diceritakan pria yang sejak kecil sudah mengalami gangguan penglihatan (buta total) untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari Uli menjadi tukang kusuk panggilan sedangkan istrinya kerja serabutan.

"Saya tukang kusuk, kalau istri saya kerja apapun yang penting bisa dapat makan," urainya, Kamis (21/5/2020).

Rumah tua berukuran 3x3 tempat mereka tinggal sudah sangat memprihatinkan ruang tamu tidak ada terlihat kursi atau tikar sebagai tempat duduk. Ruangan itu berantakan dan ada sebuah tabung gas serta kompor gas. Selain itu ada peralatan untuk memasak yang sudah jauh dari baik keadaanya.

Di sisi kanan ada sebuah kamar kecil yang dipakai pasutri itu untuk beristirahat tanpa ada tilam. Ruang tidur itu hanya beralasan papan yang tersusun tidak beraturan.

"Ini lah kalau hujan takut kami sudah bocor, tapi mau bagaimana lagi," sampainya.

Harapan pasutri yang tidak dikarunia anak tersebut sangat tergantung dari bantuan orang termasuk bantuan PKH dari pemerintah perbulannya. Dana bantuan itu untuk dipergunakan membeli kebutuhan makan.

"Sebenarnya dapat Rp 160 ribu tapi kata pendamping desa Rp 10 ribu dipptong setiap menerima jadi Rp 150 ribu," bebernya polos.

Kepala Desa Tanjung Siram Riskon Hasibuan ketika dikonfirmasi via seluler terkait ada warganya bernama Ahmad Dauli Hasibuan sangat butuh bantuan lain meskipun sudah mendapat program bantuan PKH, Riskon membenarkan bahwa Dauli adalah warganya dan juga susah terdaftar sebagai penerima PKH yang setiap bulannya mendapat Rp 150.000,- .

"Di karenakan sudah mendapat, Dauli tidak bisa mendapat bantuan lain termasuk bantuan Rp 600.000," jawabnya di hari yang sama.

Mengenai adanya bebeberapa bantuan yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Labuhan batu antara lain Baznas, Paket pasar murah mengapa Dauli tidak tersentuh padahal kediaman tepat bersebelahan dengan Kantor Kepala Desa, Riskon tetap berargumen bahwa bila sudah mendapat bantuan PKH tidak bisa mendapat lagi dan dialihkan ke warga lain.

Namun Riskon berjanji akan mengeluarkan surat miskin seperti yang akan diajukan ke Baznas oleh rekan media agar dapat bantuan perbulan sebagai tambahan dari program PKH yang telah ada. (17M.16) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini