Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Pasien 02 dari Labuhanbatu Meninggal, 14 Hari Menunggu Hasil Swab

Administrator Administrator
Pasien 02 dari Labuhanbatu Meninggal, 14 Hari Menunggu Hasil Swab
17merdeka.com
Direktur RSU Rantauprapat saat memberikan keterangan terkait pasien 02

17MERDEKA, LABUHANBATU - Pasien 02 IN (22) akhirnya menghembus nafas terakhir sebelum sampai ke Rumah Sakit Adam Malik dan langsung dikebumikan di pemakaman khusus pasien yang terduga terpapar Covid-19 di Simalingkar B.

Itu di sampaikan Dr Safril Direktur Rumah Sakit Umum Rantauprapat saat konfrensi pers di halaman Kantor BPBD Jalan Gose Guatama. 

Menurutnya, pada 18 April datang seorang warga yang mengalami gangguan lambung dan pernafasan setelah dilakukan penanganan masalah lambung pasien di perbolehkan pulang. 

Namun esok harinya IN kembali datang dengan keluhan lain yakni mulas-mulas serta sesak nafas. Karena melihat gejalanya, tambah Dokter Ahli Bedah tersebut, dilakukan cek khusus yang dilakuan bagi pasien yang terduga terpapar Covid-19.

Bebeberap kali uji tes termasuk rapid tes, tes darah, poto rontgen disimpulkan pasien masuk PDP. Sehingga pasien diisolasi dan menunggu langkah selanjutnya jawaban dari Rumah Sakit Haji Adam Malik tentang kelanjutan penanganan karena RSU Rantauprapat bukan Rumah sakit rujukan. 

"Kita langsung isoslasi, dan memberikan data ke rumah sakit Adam Malik, seterusnya pasien dirujuk karena permohonan disetujui," sampainya. 

"Dalam perjalanan beberapa kali pasien mengalami masalah tetapi masih terus dipantau perawat pendamping," ucapnya.

"Akhirnya pasien 02 sesampainya di rumah sakit Adam malik disampaikan pihak RS bahwa pasien sudah meninggal. Namun secara detail tentang hasil pemeriksaan Swab 14 hari kemudian. Diharapkan warga yang pernah atau merasa melakukan kontak agar segera melaporkan ke tim gugus tugas," jelasnya. 

Satu sisi juga Direktur Rumah sakit terus menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan mengikut aturan protokolor kesehatan. Hasil tes swab atau RTPCR lebih akurat dibandingkan rapid test. 

"Seseorang bisa saja dinyatakan negatif covid-19 saat dilakukan rapid test. Ini bisa terjadi karena daya tahan tubuhnya sedang bagus saat dites, tapi setelah dilakukan tes swab baru diketahui bahwa tubuh orang tersebut telah terinfeksi virus covid-19. Saya harap setiap keluar rumah pakailah masker, bila sampai di rumah cuci tangan dan mandi jangan langsung bersentuhan dengan anggota keluarga," harapnya, Senin (20/4/2020).

Namun salah seorang warga tentang pasien 02 prihatin atas kejadian dan jangan memvonis terpapar Corona. Sepengetahuan Khairuddin Hasibuan yang bertetangga dekat dan mengetahui bahwa pasien IN beberapa kali sakit terutama lambung. Ibunya juga semasa hidupnya juga mengalami penyakit yang sama lambung, jantung.

"Jadi sebelum IN sudah sering kambuh sakitnya, dan anak ini baik prilakunya,"  terangnya. 

Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, Rajid Yuliawan, menjawab konfirmasi, menyebut pasien tersebut sudah masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan akan segera dirujuk ke Medan. 

"PDP 1 orang dirujuk ke Medan. Kita nggak bisa bilang positif, karena nanti menunggu (hasil pemeriksaan) swab di Medan. Mungkin dirujuk ke RS Adam Malik," sebut Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kominfo Pemkab Labuhanbatu itu. (17M.16)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini