"Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan. Kita diharapkan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar). Selain itu, ada 4 hal yang meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan Lalu Lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik," ucap Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK pada pidato sambutannya saat memimpin upacara pembukaan Operasi Patuh Toba 2018 di Mapolres Labuhanbatu, Rantauprapat, Kamis (26/4/2018) pagi.
Ke-empat amanah yang disebutkan Kapolres Labuhanbatu tersebut, merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri. Melainkan sinergitas antar kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akad permasalahan dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak.
"Permasalahan dibidang Lalu Lintas, dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan Dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital. Dimanapun operasional Order angkutan publik sudah drada dalam genggaman. Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi, dan kinerja Polri khususnya Polantas. Sehingga mampu dari Modernisasi Transportasi," terang Kapolres.
Pada upacara pembukaan Operasi Patuh Toba 2018 tersebut, ditandai dengan penyematan pita yang dilakukan oleh Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang kepada para petugas. Operasi Patuh Toba dilaksanakan dimulai tanggal 26 April sampai dengan 9 Mei 2018. (17M.10)