"Aku sudah pensiun bang dari main game zone itu, kalau dulu bang Jangan ditanya kalau buka jam 11.00 wib siang aku pasti sudah main dengan modal Rp 50 ribu, itupun sampai kereta terjual, gawat main game zone itu tidak bisa dipanjangin lagi bang, pokoknya hancur Sebelanga," ucap Sholihin yang saat ini bekerja sebagai supir.
Menurutnya, sekarang di Kota Kisaran arena ketangkasan mulai bertambah. Lantas apakah pihak pemerintah setempat sudah bisa mengeluarkan izinnya lagi.
"Kalau aku mendapat informasi pihak pemerintah setempat dibohongi pengusaha arena ketangkasan (Gelper) itu bang, karena pengajuan surat yang dibuat pihak pengusaha kepada pemerintah setempat hanyalah permainan anak-anak, tapi tau sama taulah bang," tutur Sholihin
.
Yang lucunya lagi, lanjut Sholihin lagi, kemarin siang ia bersama istri mau nyari kantor notaris mau ngurus surat rumah.
"Setelah aku lihat dari Jalan Diponegoro ada ruko tanpa plang yang banyak sepeda motor parkir dan niat kami mau singgah,dan kami singgah masuk aja game zone itu, setelah aku lihat ke dalam memang betul nyaman lokasinya," akhir Sholihin.
Wahyudi Tokoh Pemuda di Asahan saat dimintai tanggapannya mengatakan, sekarang ini tempat arena ketangkasan itu bukan hanya untuk anak-anak saja melainkan untuk orang dewasa juga.
"Jadi tau sama tau aja bang," ucapnya.
Ditanya juga secara pribadi heran arena ketangkasan bertambah lagi di Kabupaten Asahan.
"Berarti chanelnya cukup lumayan kalaupun begitu kami akan menyurati pihak pemerintah setempat untuk mempertanyakan lokasi dan izin arena ketangkasan tersebut," katanya. (17M.11)