Senin, 25 Mei 2026 WIB

Letkol Czi Denden Sumarlin Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan

Administrator Administrator
Letkol Czi Denden Sumarlin Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan
17MERDEKA
Kasdim 0209/LB Mayor Inf Ertiko Cholifa SH,SPd, saat memberikan materi pada penutupan pelatihan pasca bencana di Hotel Permata Land Rantauprapat.

17MERDEKA, LABUHANBATU - Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE, melalui Kasdim Mayor Inf Ertiko Cholifa SH,SPd, pada kegiatan penutupan pelatihan Kebutuhan Pasca Bencana yang digelar di aula Hotel Permata Land Rantauprapat, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu- Sumatera Utara. Sabtu (16/12/2017).

Dalam pidato sambutan Dandim 0209 Labuhanbatu yang dibacakan Kasdim Mayor Inf Ertiko Cholifa SH SPd, bencana adalah peristiwa atau rangkaian kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat, disebabkan oleh faktor alam dan manusia sehingga timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis bagi masyarakat.

"Bencana juga tidak dapat dihentikan, akan tetapi dapat dilakukan upaya-upaya berupa penanggulangan dan persiapan dini di dalam menghadapi peristiwa yang telah terjadi. Maka dari itu, perlunya program pelatihan sebagai dasar mempersiapkan diri untuk menghadapinya," ucapnya.

Pihaknya akan terus turut memantau kondisi bencana yang terjadi di wilayah teritorial Kodim 0209/LB saat ini hingga mendatang, serta mendukung pihak pemerintah yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam konsentrasi pencegahan. Bahkan menghimbau masyarakat agar tetap menjaga lingkungan. 

"Kita tetap akan pantau kondisi wilayah. Bersinergi dengan BPBD Labuhanbatu dalam penanggulangan bencana. Kita juga menghimbau masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan (Karhutla) dengan sembarangan, juga merupakan antisipasi dini terjadinya bencana, serta tindakan-tindakan lain yang mengarah kepada terjadinya bencana," ujar Mayor Ertiko.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berbagi pengalaman mengenai Post Disaster Need Assessment (PDNA) dengan memiliki tahapan yang pada akhirnya memunculkan rencana aksi, seperti tahap aktivasi hingga tahap pelaporan. Seluruh tahapan ini berprinsip pada partisipatoris, berdasarkan bukti, berorientasi pada pengurangan risiko bencana, pemenuhan hak dasar, transparansi dan akuntabel. 

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Labuhanbatu H Sofyan Hasibuan SE MAP, menjelaskan, bencana alam di Sumatera Utara rata-rata terjadi sebanyak dua kali setiap bulan berupa bencana banjir, tanah longsor, sungai meluap, angin puting beliung dan pohon tumbang.

Sebagai antisipasi dalam konteks penanggulangan, katanya, masih banyak ditemukan kelemahan dalam penyelenggaraan bantuan saat serta pasca bencana.

Melalui pelatihan ini, Sofyan berharap, aparat BPBD mampu mengidentufikasi, menganalisis dalam mengambil tindakan, sehingga kedepannya dapat mengurangi tingkat risiko suatu bencana dan harus terus dilatih.

Pelaksanaan pelatihan diwarnai dengan kegiatan outbond yang digelar di halaman Hotel Permata Land, dan dipimpin oleh Serka Sumantri personil koramil 06/Marbau. Kegiatan itupun tampak diikuti Kasi Penanggulangan BPBD Atia Muctar, serta sebanyak 70-an pegawai BPBD Kabupaten Labuhanbatu. (17M.10)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini