"Setelah korban turun dari mobil dan meninggalkan uang yang berada di dalam tas bangku depan sebelah kiri dan pada saat itu pelaku memecahkan kaca mobil sebelah kanan dan mengambil tas yang berisi uang 75 juta,KTP, Sim A,Sim C, Kartu ATM bank sumut, ATM syariah mandiri, dan chek kosong dan akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian 75 juta dan atas kejadian tersebut korban membuat laporan polisi ke Polres Asahan,"ucapnya.
Berdasarkan dasar LP tersebut di atas Unit Jatanras Satreskrim Polres Asahan melakukan penyelidikan terkait ciri-ciri pelaku.
"Berdasarkan CCTV pada Selasa (2/10) bersama-sama dengan Unit 2 (Buncil) Subdit III (Jatanras) Ditkrimum Polda Sumut mendapat Informasi bahwa pelaku gembos ban dan pecah kaca merupakan grup dari Palembang yang mau melakukan aksinya kembali di seputaran Sumut," tutur Ricky.
Pada Rabu (3/10) sekira jam 11.30 wib unit jatanras mendapatkan informasi bahwa orang yg terekam CCTV di Bank Sumut Cabang Kisaran yang dididuga pelaku berada di Medan tepatnya di Hotel Sumatera kamar
No. 102 Jalan Sisingamangaraja Medan.
Setelah melakukan penyelidikan secara manual selama 20 jam di Kota Medan, tim gabungan yang terdiri dari Unit 2 (Buncil) Subdit Jatanras Polda Sumut yang dipimpin Kompol Hendra Eko, SH, SIK, MH, Katim IT Ditreskrimum Polda Sumut AKP Bayu Putra Samara, SIK dan Unit Jatanras Satreskrim Polres Asahan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Asahan dan Kanit Jatanras.
Dalam keterangan tersangka, pe
laku mengakui perbuatannya bersama 3 orang tersangka lainnya Iyang (29) warga Jalan D.I Panjaitan Kecamatan Sebrang Hulu II Palembang sebagai (eksekutor),Andi (30) warga Palembang sebagai (pilot),dan Johan (40) warga Jalan Sentosa Palembang sebagai (otak pelaku).Selain itu Pelaku juga mengakui telah beberapa kali melakukan aksi dengan modus yang sama di TKP Lintas Propinsi,di daerah Riau kota duri pelaku berhasil mendapat 20 juta hasil rampokanya,daerah Lima Puluh Kabupaten Batubara (gagal),daerah Kota Pinang Kabupaten Labusel berhasil namun tidak mendapatkan uang,daerah Jambi (gagal) dan daerah pekanbaru tidak mendapatkan hasil (nihil)
Pada saat pengembangan mencari tersangka lainnya pelaku Sahrul mencoba melukai petugas dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku.
"Saat ini pihak petugas masih memburu pelaku lainnya," ucapnya. (17M.11)