"Waktu itu sekitar hari Kamis (13/9) lalu, kebetulan saya lagi iseng sama teman saya bang, keisengan saya tersebut dilakukan dengan cara menginjak botol/kemasan air mineral di depan kelas,namun secara tiba-tiba, pak guru D Simangunsong langsung mencubit pinggang serta menampar telinga saya di depan kelas," ungkap Anggi kepada
17merdeka.com,Rabu (19/9) di rumahnya.
Sementara itu, Kamaludin (58) saat ditemui di rumahnya ini mengaku tidak terima atas perlakuan D.Simangunsong pada anaknya tersebut.
Kejadian ini sendiri baru terbongkar pada Jumat (14/9) lalu sekitar pukul 21.00 wib, setelah Anggi mengadu kepada ibunya, Sabariah (55) bahwa ia telah dicubit pada bagian pinggang serta ditampar pada bagian telinga oleh gurunya D.Simangunsong ketika jam pelajaran berlangsung.
"Tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu,Saya bersama istri langsung mengadukan perbuatan guru PPKN itu kepada pihak sekolah pada Sabtu (15/9) lalu untuk meminta klarifikasi D.Simangunsong. Termasuk menanyakan alasan kenapa sampai anaknya ditampar pada telinga bagian kiri. Terlebih kejadian itu dilakukan di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung," jelas Kamaludin.
Sebagai orang tua, lanjut Kamaludin,dirinya merasa tidak terima dengan perlakuan D.Simangunsong tersebut.
"Pak D.Simangunsong itu harus meminta maaf dan juga harus mengobati si Anggi sampai sembuh, karena akibat dari tamparan di telinganya,Anggi kerap kali merasakan pusing," tegasnya
Senada juga diutarakan oleh Sabariah (55).Dirinya menilai bahwa oknum guru tersebut dinilai tidak layak untuk menjadi seorang guru.
"Pasalnya,yang namanya guru itu kan seharusnya memberikan pelajaran agar muridnya pintar,bukan malah mencubit dan menampar pada bagian telinga anak saya," ujarnya dengan nada geram
Sabariah juga menjelaskan bahwa pihak keluarga terpaksa tidak melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi karena menunggu itikad baik dari pihak sekolah.
"Saya terpaksa tidak melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi, hal itu dikarenakan pihak keluarga masih ingin menunggu itikad baik dari pihak sekolah maupun dari pihak D.Simangunsong itu. Jika dalam beberapa hari ini tidak ada itikad baiknya,maka saya terpaksa akan menempuh jalur hukum," jelasnya.
Mereka berdua berharap kepada seluruh guru supaya tidak main tangan kepada anak didiknya.
"Kalau memang anak muridnya salah memang harus dihukum. Tapi, berilah hukuman yang sesuai dengan kesalahannya, bukan menganiayanya," harap mereka berdua.
Terpisah, Kepala Yayasan Perguruan Persatuan,Ir Parulian kepada
17merdeka.com membenarkan terkait peristiwa tersebut.
"Yang saya ketahui,bahwa peristiwa tersebut terjadi saat mata pelajaran berlangsung.Ini pembelajaran bagi kami,sekolah mengaku bahwa D.Simangunsong sudah memberikan pengobatan kepada Anggi," jelas Ir Parulian.
Ir Parulian juga berharap agar kejadian tersebut tidak dipublikasikan.
"Sudah lah bang,kejadian ini jangan terlalu dibesar-besarkan melalui pemberitaan," ungkapnya. (17M.11)