Kamis, 30 Juli 2026 WIB

Dinkes Asahan - FKM UINSU Jalin Kerjasama Tekan Penyakit Malaria

Administrator Administrator
Dinkes Asahan - FKM UINSU Jalin Kerjasama Tekan Penyakit Malaria
17merdeka.com

17MERDEKA, KISARAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan mengalami penurunan jumlah penyakit malaria yang ditangani. Pada tahun 2016 terdapat 688 kasus, di 2017 kasus malaria menjadi 469 dan di 2018 menjadi 217 kasus.

"Walau sudah menurun, angka penyakit malaria di Asahan masih tergolong tinggi sehingga Dinas Kesehatan terus berupaya mengatasinya, antara lain dengan bekerja sama dengan universitas," ujar Aris.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Asahan Aris Yudhariansyah menyebutkan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) itu sudah ditandatangani pekan lalu.

"Menekan angka penyakit malaria di Kabupaten Asahan, kami (Dinkes) menjalin kerja sama dengan FKM-UINSU." Sebut Aris. Senin (15/7/19).

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) dilakukan langsung dengan Dekan FKM UINSU zhari Akmal Tarigan di Kantor Dinas Kesehatan Asahan.

"Kerja sama ini merupakan bentuk keseriusan Dinas Kesehatan untuk membangun Kabupaten Asahan, khususnya di bidang kesehatan," ujar Kadinkes.

Aris menambahkan, upaya penurunan angka penderita malaria di Asahan dilakukan dengan konsep 'health promotion' dan pemberdayaan masyarakat dan itu perlu dukungan FKM UINSU," katanya.

Dia menegaskan, Pemkab Asahan melalui Dinas Kesehatan Asahan pada 2014-2016 meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI atas upaya dan komitmen dalam menurunkan kasus malaria hingga 75 persen.

Meskipun demikian, katanya, Dinkes Kesehatan Asahan belum puas dengan berharap penurunan angka penyakit itu bisa 100 persen.

Untuk itulah, katanya, kerja sama dengan banyak pemangku kepentingan, termasuk FKM UINSU diperlukan.

Aris menyebutkan, sejak 2016 hingga 2018 angka kasus malaria di Asahan terus menunjukkan tren menurun.

"Diharapkan dengan kerja sama bersama FKM UINSU, angka kasus malaria di Kabupaten Asahan turun lagi," katanya.

Manajemen FKM UINSU sendiri mengungkapkan kerja sama dengan Dinkes Asahan sesuai visi fakultas itu untuk menciptakan pembangunan kesehatan masyarakat wilayah pesisir.

"Visi FKM UINSU itu saling berkaitan dengan visi Pemkab Asahan yakni mewujudkan masyarakat Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri," katanya.

Dekan FKM UINSU Azhari Akmal Tarigan menegaskan kerja sama itu sesuai dengan visi dan misi fakultas, yakni unggul dalam mewujudkan masyarakat pembelajaran di bidang kesehatan di wilayah masyarakat pesisir.

"FKM UINSU fokus pada persoalan masyarakat pesisir yang begitu kompleks, mengingat pesisir merupakan wilayah yang mempunyai kemampuan daya urai yang sangat terbatas," katanya.

Menurut rencana sesuai kerja sama, mahasiswa FKM UINSU akan praktik belajar lapangan di Asahan untuk menyosialisasikan pentingnya langkah antisipasi penanganan penyakit malaria di tengah masyarakat. (17.M11)

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini