Rabu, 29 Juli 2026 WIB

Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Pencabulan Kabur dari Rumah

Administrator Administrator
Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Pencabulan Kabur dari Rumah
Int
Ilustrasi


17MERDEKA, LABUHANBATU - Sebut saja Bunga (16) warga Dusun Sungai Bandar Desa Batang Nadenggan Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan korban kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh terduga tersangka DS (23) warga sama.


Dugaan pencabulan tersebut dilaporkan oleh orang tua Bunga yakni YYH (51) ke Polres Labuhanbatu dengan nomor laporan Polisi : LP/940/VII/2018/SU/RES-LBH dan Surat tanda terima laporan Polisi Nomor : STTLP/762/VII/2018/SU/RES-LBH pada tanggal 2 Juli 2018 sekira pukul 16.30 Wib. "Perbuatan DS memang sangat saya sesalkan. DS ini masih tetangga saya. Untuk hal ini, saya benar melaporkannya ke Polres." ucap Yusnar kepada awak media, Senin (30/7/2018) siang.


Kasus dugaan pencabulan tersebut dibenarkan rekan korban DW  (16) (inisial) warga Dusun Sungai Bandar Desa Batang Nadenggan yang menyaksikan kejadian tersebut. "Benar Pak, saya melihat langsung DS dan teman saya (Bunga) itu di Sawitan orang."ucap DW ketika diwawancara awak media di depan Mapolres Labuhanbatu. Senin (30/7/2018).


DW menceritakan, kejadian tersebut berawal dari usai pengajian Remaja Masjid dilingkungan Dusun Sungai Bandar. Ketika itu, DW, Bunga dan beberapa temannya sedang berjalan mengarah pulang ke rumah. Dalam perjalanan, DS terduga tersangka dengan mengendarai Sepeda Motornya menghampiri DW dan Bunga serta rekan-rekannya.


"Iya, kami mau pulang. Pas lagi jalan DS menghampiri kami dan mengajak taman kami itu (Bunga) untuk diantar pulang. Kayak gini DS itu ngomongnya, "kawan mu itu biar aku aja yang antar pulang."sebut DW menirukan suara DS.


Lanjut DW, saat itu sekira pukul 21.00 Wib DS mengajak Bunga untuk jalan pulang sama. Namun ternyata, Bunga tidak langsung diantarkan ke rumahnya. Melainkan diajak ke sebuah lahan sawit warga Nurgani Nasution. Karena heran rekannya belum sampai dirumah, DW mengajak rekannya JP untuk mencari Bunga dan DS. 


"Kawan kami itu (bunga) belum sampai di rumah. Pergilah kami mencarinya. Aku ajak kawan ku JP (inisial) untuk membonceng ku mencari Bunga. Setelah dekat Sawitan, sepeda motor kami tidak sengaja menyorot ke arah tempat Bunga dan DS. Pas ku lihat dan ku datangi, benar mereka berdua. DS dalam keadaan berdiri tanpa mengenakan pakaian, kawan kami (bunga) dalam keadaan terbaring hanya memakai baju saja dan celana tidak terpakai. DS sempat mengucapkan, "jangan kasi tau siapa-siapa. Yang tau cuma kita tiga aja." kata DW lagi sambil menirukan ucapan DS. 


Sempat juga Bunga dan rekannya DW mendatangi rumah DS. Saat itu Bunga langsung menemui DS untuk meminta pertanggungjawaban perbuatan DS terhadap Bunga. 


"Datang ke rumah DS Pak, kawan kami itu (Bunga) meminta agar DS bertanggungjawab. Aku memang enggak masuk ke rumahnya dan enggak tau apa yang mereka bicarakan. Tapi ku lihat ada kedua orang tua DS waktu mereka bicara. Ku dengar ucapan dari kawan kami itu (Bunga), DS enggak mau bertanggungjawab. Dengar cerita pun dari orang tua bunga, orang tua DS sudah lepas tangan. DS nya pun sudah enggak ada dirumah." jelas DW kembali. 


Di lain sisi, JP rekan DW yang mencari Bunga. JP membenarkan, bahwa Bunga dan DS sedang berada di Sawitan milik warga Dusun Sungai Bandar. 


"Iya Pak, DW meminta ku untuk menemaninya mencari Bunga. Pas dekat Sawitan, enggak sengaja lampu Honda ku mengarah ke arah DS. Jarak kami sekitar 10 meter dari lokasi itu. Memang ku lihat laki-laki tidak memakai baju. Kemudian, DW mendekati dan berkata benar itu kawannya. Habis dari itu, aku pulang meninggalkan mereka bertiga. Aku enggak tau apa yang diomongkannya."ucap JP kepada awak media melalui via selular, Senin (30/7/2018). 


Informasi di lapangan menyebutkan, terduga tersangka DS sudah tidak lagi kelihatan di rumah maupun lingkungan rumah dimana biasa terduga tersangka berkumpul dengan rekan-rekannya. Bahkan, saat ditanya ke orang tua terduga tersangka, SS (inisial) mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan anaknya DS


"Terucap orang tua DS yang mengakui perbuatan anaknya. Dengan kedatangan kami menanyakan keberadaan DS. Kalau pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 13.30 Wib. Waktu itu, ibu DS menghubungi anaknya (DS) via hp dan meminta ke DS untuk menanggung jawabkan perbuatannya ke anak saya. Bahkan ayahnya DS pun mengakui perbuatan anaknya dan berharap untuk berdamai kepada kami," ucap orang tua Bunga (ibunya) BR (inisial).


Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa SIK mengenai kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut mengatakan bahwa kasus tersebut dalam penyelidikan. "Proses masih berjalan, diharapkan pelapor untuk dapat kooperatif dalam membantu proses penyidikan yang kami lakukan," ucap Kasat. (17M.10)


Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini