Selasa, 26 Mei 2026 WIB

Bupati Labuhanbatu Tegaskan Data penerima Bantuan Harus Sinkron dan Falid

Administrator Administrator
Bupati Labuhanbatu Tegaskan Data penerima Bantuan Harus Sinkron dan Falid
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT mengimbau kepada instansi terkait penyaluran dana bantuan yakni Dinas Sosial, Camat, Lurah/Desa hingga lingkungan atau dusun untuk mensikronkan data hingga falid antara data penerima bantuan dari jenis yang satu dengan jenis bantuan yang lain agar tidak tumpang tindih. 

Hal ini disebutkan bupati dalam rapat kordinasi pembahasan dan penyaluran sembako bagi masyarakat miskin bersama unsur forkopimda Labuhanbatu, Selasa (12/5/2020) di ruang data dan karya Bupati Labuhanbatu. 

"Dari itu seluruh nama masyarakat yang menerima bantuan harus transparan dan bila perlu dipampangkan di kantor camat maupun kelurahan masing-masing, agar masyarakat mengetahui bahwa dirinya terdaftar dalam perolehan bantuan jenis yang mana," ucap Andi.

Dijelaskan bupati, peran Kepling sangat penting untuk menginformasikan kepada masyarakat. 

"Banyak masyarakat yang tidak mengetahui jenis bantuan apa saja yang akan diberikan pemerintah sehingga mereka berfikir hanya satu jenis bantuan yang ada, sehingga di gelombang pertama ini mereka yang belum mendapatkan bantuan merasa cemburu dan timbullah permasalahan," jelasnya.

"Saya tidak ingin cerita seperti semalam hadir lagi, ini masa politik jangan sampai kelemahan masyarakat dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan," ujar Bupati.

"Berdasarkan data di Labuhanbatu ada yang namanya bantuan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebanyak 34,922 KK, PKH 13,262 KK, BPNT 21,913 KK, Bantuan BST APBN Pusat 20,185 KK, Bantuan dari Provinsi 34,922 KK, Bantuan dari APBD 20.000 KK, sedangkan penyalur BST Pusat dari PT Pos 19,123 KK, BRI 623 KK dan BNI 49 KK, ini akan kita berikan seluruhnya untuk masyarakat," tegas Andi.

Di lokasi Rapat Dandim 0209/lb Letkol Inf  Santoso mengutarakan, melihat dari jumlah kepala rumah tangga yang ada di Labuhanbatu, jumlah bantuan yang akan diberikan pemerintah melebihi dari jumlah kepala keluarga. 

"Jadi kenapa masih ada cerita ada yang belum terdata, dari itu tugas Kepling di sini sangat penting mendata warganya dengan baik dan benar," katanya. 

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menegaskan, kemungkinan besar ada warga yang dobel mendapatkan bantuan jika melihat kuota. 

"Itu sah-sah saja, namun harus menjadi catatan penting bagi kita sebagai penanggung jawab penyalur bantuan jangan sampai sudah ada yang dua kali mendapat namun di sebelahnya ada warga miskin yang belum pernah mendapat sekalipun,ini lah sebenarnya pokok permasalahan itu," tegasnya.

Terlihat hadir mengikuti rapat kordinasi tersebut Bupati Labuhanbatu, Dandim 0209/lb, Kapolres, Sekdakab Labuhanbatu, para Kepala OPD, Camat, Beberapa ASN dan Lurah. (17M.16) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini