Rabu, 29 Juli 2026 WIB

Anak Hiperaktif Keluarga Miskin Butuh Bantuan

Administrator Administrator
Anak Hiperaktif Keluarga Miskin Butuh Bantuan
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Fatimah Tuzzahro (9) merupakan sosok anak perempuan yang butuh bantuan dari pihak pemerintah untuk dapat hidup layak dikarena kondisi ekonomi dan prilakunya tergolong anak yang hiperaktif.

Dalam ilmu akademinHiperaktif adalah suatu kondisi yang dialami anak-anak yang menunjukan perilaku tidak bisa diam. Kondisi ini termasuk bagian dari ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Diceritakan Kamila fitri orang tua Fatimah bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun telah melakukan upaya menyembuhkan anaknya. Berbagai orang yang dianggap bisa membantu anaknya yakni orang yang mempunyai kelebihan dalam kesucian amalan. 

"Mereka sudah banyak menemui pemilik pesantren, dan juga sudah menemui tuan guru basilam," ungkap perempuan setengah baya yang hidupnya berpindah-pindah ini, Kamis (16/7/2020). 

Perobatan di bidang kejiwaan juga sudah dilakukan kepada Psikolog dibeberapa daerah di jawa. Tetapi belum juga dapat menyembuhkan hiperaktif anaknya. Harapan akan kesembuhan anaknya adalah tujuan dari perjuangan wanita kelahiran Kalimantan tersebut. 

"Saya hanya berharap anak saya sembuh dan dapat menjalani kehidupan normal selayaknya anak seusia Fatimah," tuturnya. 

Kondisi kejiwaan Fatimah membuat H Kamal Ilham Kepala Dinas Kesehatan Labuhan batu prihatin dan coba mendengar keluhan wanita yang sudah melalang buana seaentro nusantara hanya untuk kesembuhan anaknya. 

Kamal mengajak mereka untuk makan di salah satu warung seputaran kantor DPRD seraya menyampaikan kepada ketua Lembaga Perlindungan Anak Azhar Harahap agar memfasilitasi Fatimah dan ibunya untuk menemui Kepala Dinas Sosial sesuai janji yang telah di sampaikan oleh kadis sebelumnya. 

"Nanti setelah makan, ibu akan diantar ke kantor Dinas sosial didampingi Lembaga Perlindungan Anak," sampainya. 

Azhar Harahap ST yang juga merupakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Labuhanbatu saat menemani Fatimah anak berdarah turunan Dayak mengatakan bahwa kondisi Fatimah kerap berubah ubah tanpa bisa di kendalikan sehingga pendampingan dari orang tua sangatlah di butuhkan dan juga bantuan berbagai pihak terutama bagian perlindungan anak. Pemerintah haris di libatkan bila melihat tujuan undang undang terhadap anak yang sudah menjadi keharusan. 

"Kita akan memfasilitasi mereka agar ada bantuan pemkab, terutama dinas perlindungan perempuan dan anak," bebernya. 

Mengingat anak hiperaktif kegiatan ibunya pastilah tersita penuh untuk mengurus Fatimah. 

"Dan kita tadi juga sudah mendengar bahwa ibunya tidak bisa bekerja karena anaknya tidak ada yang mengurus. Jadi ini akan kita koordinasi kan dengan dinas terkait," tutupnya. (17M.16) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini