40 Napi Lapas Pakam Bebas, 261 Menyusul

Administrator Administrator
40 Napi Lapas Pakam Bebas, 261 Menyusul
17merdeka.com
Kalapas Lubukpakam, Jhonny H Gultom memberi arahan kepada 40 napi yang bebas.

17MERDEKA, DELISERDANG - Menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) RI No. M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, Lapas Kelas II B Lubukpakam membebaskan 40 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (2/4/2020). 

Humas Lapas Lubukpakam, RF Sianturi kepada wartawan, Jumat (3/4/2020), menjelaskan jumlah WBP yang bebas masih akan bertambah menyesuaikan jumlah WBP sudah memenuhi syarat dan bisa diusulkan melalui integrasi dengan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

"Yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan substansi agar dapat menjalani asimilasi, dan tetap melaksanakan isolasi secara mandiri dengan pengawasan pihak Bapas," ujarnya.

Lanjutnya, sebelum pembebasan 40 narapidana (napi) itu, terlebih dulu diberi arahan oleh Kalapas Lubukpakam, Jhonny H Gultom. Dalam arahannya, diimbau para WBP yang bebas agar melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

"Napi yang bisa bebas setelah menjalani 2/3 masa pidananya hingga, 31 Desember 2019, berdasarkan kategori non PP 99 dan setidaknya sudah menjalani 1/2 masa pidana sampai 7 April 2020," terangnya.

Selain itu, sambungnya, pada Peraturan Menkum-HAM No.10 tahun 2020, Pasal 4, menerangkan subsidair bisa dibayarkan/dijalankan di rumah dengan ketentuan pengawalan di bawah Bapas dan Kejaksaan. 

"Yang akan dibebaskan berjumlah 301 orang, namun tahap pertama 40 orang dulu, yang lainnya masih proses pemberkasan," ujarnya. (17M.05) 

Wartawan 17merdeka.com adalah yang namanya tercantum di susunan Redaksi. Segala proses peliputan yang diterbitkan oleh media online 17merdeka.com harus menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers. Hubungi kami: redaksi.17merdeka@gmail.com
Komentar
Berita Terkini